BANYUWANGI | duta.co  – Indonesia butuh doa. Presiden Prabowo butuh dukungan, serta perlu kebersamaan semua eleman bangsa. Mursyuidul Am Jamaah Dzikir Nurul Wathon al-Hambalangi, KH Suyuthi Toha mengajak seluruh anggota Gema Desa (GD) yakni Gerakan Masyarakat Desa Indonesia, Cabang Banyuwangi untuk berdoa, ‘menggedor’ pintu langit demi keberkahan Indonesia.

Kali ini, acara berlangsung malam Jumat legi (24/1/25). Tempatnya tak tanggung-tanggung di pelaharan alas (hutan) Purwo. “Semuga seluruh program Presiden Prabowo Subianto mendapat dimudahkan oleh Allah SWT,” demikian KH Suyuthi Toha.

Momentum Jumat legi ini dimanfaatkan dengan baik bersama lembaga Gema Desa yang notabene Gerakan Masyarakat Desa Indonesia Cabang Banyuwangi. Bersama masyarakat sekitar mereka menggelar doa dzikir Nurul Wathon yang dipimpin KH Suyuthi Toha. Selain di alas Purwo, usai salat Jumat di masjid Al- Hikmah Ponpes Mansya’ul Huda, Tegaldlimo juga berlangsung acara yang sama.

Dihadiri Ketua Umum Gema Desa Pusat, diikuti 100 anggota yang terdiri dari perwakilan tingkat Kordes, Korcam, Korkab yang meliputi sembilan kabupaten wilayah Provinsi Jatim, khusunya kabupaten Banyuwangi dan koordinator tingkat provinsi juga tampak hadir, personil Polsek Tegaldlimo yang diwakili Kanit Intelkam Aiptu Hadi Santoso, juga tampak rombongan dari Kanjeng Sobry serta ratusan jamaah jumat.

Setelah itu lembaga gema desa melanjutkan dzikir nurul wathon di musholla Alas Purwo yang ada di Pancur. Acara tersebut digelar dua kali dalam sehari.

Mengapa harus di Alas Purwo? “Ini penting demi menjaga kekhusyuan dan dalam mengemban amanah Allah SWT sebagai makhluk di bumi,” tegas pendiri Jamaah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi ini.

Dari pantaun awak media, selain melakukan dzikir juga ada ritual pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh lima tokoh pemuka agama sebagai simbol Bhineka Tunggal Ika. Potong tumpeng berlangsung khidmat di Trianggulasi Beach alas Purwo, Banyuwangi. (yan)

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry