PANEN TELUR : Hendro Pranoto Peternak ayam petelur asal Desa Tobo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban sedang memanen telur ayam di kandang ukuran 3x8 (syaiful adam/duta.co)

TUBAN | duta.co – Peternak ayam petelur asal Desa Tobo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 meski hasil produksi hanya cukup untuk biaya operasional.

Hendro Pranoto bersama 9 temannya mulai merintis usaha ternak ayam petelur sejak akhir 2019, dirinya memanfaatkan program pemberdayaan PT Semen Indonesia yang kebetulan beroperasi di sekitar desa mereka.

Awalnya usaha yang ditekuni ini berjalan sesuai harapan, namun sata pandemi laju perputaran ekonomi terhambat disebabkan beberapa daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga mengakibatkan harga telur anjlok dikarenakan kosumsi telur ayam di masyarakat berkurang.

“Harga telur sempat terjun hingga di harga 16 ribu perkiogram saat di beberapa daeran memberlakukan PSBB. Jelas bagi kami peternak kecil sangat tidak diuntungkan, karena meski harga telur turun harga pakan dan lainnya tetap sama bahkan ada yang naik harganya,” terang Hendro Pranoto Minggu (22/11/2020).

Lebih lanjut Hendro Pranoto menambahkan pihaknya terus melakukan  berusaha agar usaha yang digeluti tidak sampai gulung tikar. Diharapkan dengan cara meningkatkan produksi telur, namun dengan peningkatan produksi pihaknya dihadapkan dengan biaya pakan dan vitamin karena keduanya sangat diperlukan.

“Dengan peningkatan produksi telur kami masih bersyukur walau hasilnya hanya cukup untuk biaya operasionalnya saja, masih mending dari pada gulung tikar,” jelasnya.

Sekarang, seiring dengan adaptasi kebiasaan baru ada harapan baru pula untuk usaha mereka. Dari 300 ekor ayam yang ada pihaknya bisa menghasilkan minimal 10 kilogram, hargapun sudah mulai normal yakni kisaran 22 ribu hingga 23 ribu perkilogramnya.

GM Of Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Pabrik Tuban, Fardi Sjahrul Ade, mengatakan 26 desa di 3 kecamatan yang menjadi fokus sasaran program dari perusahaan.

Di tahun 2020 ini terdapat 8 cluster pemberdayaan yang sudah direalisasikan, sedangkan di masing-masing desa sedikitnya ada 3 cluster. Agar program berjalan maksimal, mereka berkomunikasi dengan pemerintah desa, camat, tokoh masyarakat dan forum masyarakat kokoh.

“Semoga masyarakat bisa mengembangkan usahanya dan meningkatkan perekonomian warga sekitar,” jelas Sjahrul (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry