Dodo Suharto, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur (tiga dari kanan) saat menyerahkan kartu kepesertaan kepada peserta pelatihan vokasi. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Angka pengangguran terus meningkat terutama korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.

Pelatihan para korban PHK ini untuk menambah keahlian di bidang lain perlu dilakukan. Tujuannya agar mereka bisa kembali bekerja setidaknya bisa memberdayakan diri sendiri sehingga mampu bertahan di berbagai kondisi.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Surabaya Darmo mencoba mengamodir hal itu dengan menggelar pelatihan vokasi para para korban PHK perusahaan. Pelatihan ini dengan menggandeng Balai Latihan Kerja (LPK) Politeknik Indonesia Internasional (Polindo).

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Dodo Suharto menjelaskan, selain empat program yang dikelola yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP), BPJamsostek terus berkiprah dan menghadirkan inovasi-inovasi dan pola-pola pelayanan baru guna membantu menjembatani seluruh pekerja di Indonesia mencapai taraf kesejahteraan.

“Dan ini adalah pelatihan vokasi pertama kali di Jawa Timur setelah kita menghadapi era new normal. Semua perubahan tatanan hidup dan ekonomi global tidak menyurutkan BPJamsostek untuk hadir secara nyata memberikan added value pada seluruh peserta BPJamsostek,” ujarnya.

BPJamsostek hadir dengan program Vokasi Indonesia Bekerja. Pelatihan vokasi adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan potensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

Kepala Cabang Surabaya Darmo, Guguk Heru Triyoko menjelaskan pelatihan vokasional ini adalah yang pertama kali dilaksanakan di Jawa Timur. Ada tiga kelas pelatihan vokasi  yang digelar yakni desain grafis dan multimedia, perpajakan dan basic accounting di mana masing-masing kelas diikuti oleh 10 (sepuluh) peserta.

Peserta dari BPJamsostek ada 22 orang dan 8 peserta umum yang mendaftarkan diri pada Polindo sebagai LPK kerjasama dengan peminatan jenis pelatihan yang sama. Acara dihadiri oleh total 55 (lima puluh lima) orang peserta beserta seluruh tamu undangan.

“Selama mengikuti Pelatihan Vokasi Indonesia seluruh peserta pelatihan dilindungi dalam program BPJamsostek  untuk dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK),” tandas Guguk.

Sampai dengan 23 Juni 2020, kepesertaan Perusahaan aktif  BPJamsostek Cabang Surabaya Darmo adalah 4.446 perusahaan. Total tenaga kerja aktif untuk Penerima Upah (PU) sebanyak 130.114 tenaga kerja, untuk tenaga kerja aktif yang Bukan Penerima Upah  (BPU) sebanyak 7.698 tenaga kerja dan total Proyek Jakon aktif 790 proyek.

Untuk Cabang Surabaya Darmo telah membayarkan 8.656 klaim dengan total Rp. 97 Milyar. Pembayaran tersebut terdiri dari 6.400 klaim JHT sebanyak Rp. 87,07 Milyar, 76 klaim JKM sejumlah Rp. 2,43 Milyar, 1.099 klaim JKK total Rp. 6,26 Milyar dan  1.081 klaim JP sebesar Rp. 1,24 M. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa BPJamsostek tetap berproduktivitas pada masa pandemik COVID0-19 dengan Work From Home (WFH) maupun dalam masa new normal.

Direktur Polindo, Dr H. Nuryadi mengungkapkan vokasi ini adalah program bagus dengan tujuan mulia. BPJamsostek telah bekerja sama dengan lembaganya untuk memberikan tiga jenis pelatihan sekaligus. “Ketiganya, untuk menjawab tantangan industri 4.0 di era pandemi Covid-19 ini,” tandasnya.  end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry