Bersama Muslimat NU, Khofifah Ingin Wujudkan Indonesia Islamic Scientis Park

75
HARLAH : Ketua Umum Muslimat NU, Hj. Khofifah Indar Parawansa (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Tidak salah rasanya, Provinsi Jawa Timur dipimpin sosok srikandi yang juga Ketua Umum Muslimat NU. Meski dikenal lembut namun memiliki pemikiran yang luar biasa, hal itu terdapat pada Hj. Khofifah Indar Parawansa. Bersama Jamaah Muslimat NU, orang nomor satu ini ingin mewujudkan Indonesia Islamic Scientist Park dalam tahun ini.

Terkait akan didirikan pusat kuliner halal dan perbankan berbasis syariah, disampaikan Khofifah saat menghadiri Pembukaan Pengajian Rutin Ahad Pahing, Halal Bihalal 1440H dan Peringatan Harlah Muslimat NU ke-73 Tahun 2019 bertempat di Aula Al Muktamar Lirboyo Kota Kediri, Minggu (21/07/2019).

Dengan mengusung tema ‘Khitah Muslimat NU Jaga Aswaja Teguhkan Bangsa’, Khofifah berharap kaum Muslimat untuk mandiri dan menjadi percontohan buat negara – negara Islam lainnya di dunia. “Semua ini butuh proses dan pada akhirnya kita harus bisa mewujudkan Indonesia Islamic Scientist Park, rencana akan dibuat di bawah Jembatan Suramadu, masuk wilayah Bangkalan,” tuturnya.

Kawasan Makanan Halal dan Perbankan Syariah

Dirinya menunggu turunnya Peraturan Presiden RI atas rencana bekerjasama Balai Besa Wilayah Sungai (BBWS) untuk menggelola lahan seluas 101 hektar. Seperti di Tokyo, pusat Ibu Kota Jepang, terdapat kawasan menjual makanan halal dan berdirinya perbankan syariah.

“Saya berkeinginan ada gravitasi keuangan dunia di sini, muncul kampung kuliner halal serta didukung perbankan berbasis syariah,” jelasnya. Dirinya telah melakukan komunikasi dengan Menko Perekonomian dan dijadwalkan bertemua Sekretaris Negara, agar segera dikeluarkan Perpres.

“Keinginan kita menunjukkan Islam moderat di Jawa Timur, karena di sini banyak pakar scient dan pakar syariah akan diperbantukan mewujudkan kawasan ini,” terang Khofifah.

Bila kemudian program ini berhasil, Khofifah berharap akan dijadikan percontohan untuk seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur. “Saya melihat Kota Kediri memiliki wali kota yang hebat, begitu juga ibu wakil wali kotanya,” sanjungnya.

Ketum Muslimat Salut Pemerintah Kota Kediri

“Awalnya saya batal menghadiri acara ini, kemudian Ning Lik (Lilik Muhibbah Wawali Kota Kediri, red) menelepon saya dan mengatakan saya salah apa Ibu Khofifah. Saya jawab tidak ada salah, namun karena ada agenda mendadak,” ucap Khofifah sambil melempar senyum kepada Ning Lik.

Keberapa madrasah dan pondok pesantren juga mendapat sanjungan dari Srikandi Jawa Timur ini. Banyak santri yang mampu meraih prestasi bahkan meraih bea siswa hingga keluar negeri. “Ini menunjukkan pendidikan Islam semakin baik dan harus selalu ditingkatkan,” ucapnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry