DB : Kadinkes Propinsi Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso saat menjenguk Vannesa (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Hujan yang tiap hari mengguyur Kediri berdampak munculnya kubangan air di sejumlah tempat dan mempercepat berkembangnya virus dengue disebarkan melalui gigitan nyamuk. Nasib nahas ini menimpa Vannesa Levi Nurhadiana dan Noval Ronaldinho Syailendra, kakak beradik dirawat di Puskesmas Ngadiluwih.

Wajah Nurhadi, warga Ngadiluwih Kabupaten Kediri tak kuasa menahan kesedihan, didampingi istrinya, dia terlihat mengawasi tubuh kedua anaknya yang terbaring tak berdaya karena wabah Demam Berdarah.

“Awalnya badannya panas, terus saya bawa ke RS. Jimbun kemudian dirujuk ke puskemas ini,” ungkapnya, Minggu kemarin.

Saat menyambut kedatangan Kadinkes Propinsi Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso bersama tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Hadi mengaku bahwa dirinya telah berusaha membersihkan rumah. Karena setiap hari dilakukan. “Saya tidak tahu dimana tempat digigitnya nyamuk,”jelasnya.

Dijelaskan Kadinkes Propinsi Jawa Timur, bahwa masa kembangbiak nyamuk ini cukup cepat, hanya dalam waktu 3 hari bisa bertelur dengan jumlah yang cukup banyak.

“Nyamuk ini mampu terbang 100 meter tanpa berhenti. Maka bisa dibayangkan, meski tempat tinggal kita telah dibersihkan namun bisa saja digigit di tempat lain,” terangnya.

Sejumlah pihak pun, berharap agar Pemerintah Kabupaten Kediri segera melakukan tindakan nyata dengan melakukan gerakan massal mencegah dan memberantas nyamuk demam berdarah ini.

“Kami telah kerahkan tim jumantik, juga berharap setiap rumah bergantian membersihkan bak air,” jelas Kadinkes Kabupaten Kediri, dr. Adi Laksono. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.