
Dosen FKIP
“MENDUNG belum tentu hujan”, kondisi inilah yang mencerminkan suasana pada akhir hingga awal tahun di negara Indonesia. Apalagi pada bulan desember hampir setiap hari cuacanya mendung dan hujan. Sehingga curah hujan pada bulan desember cukup tinggi sampai memunculkan akronim Desember yaitu “gedhe gedhene sumber” (air melimpah), artinya air melimpah dan banyak sumber air pada bulan tersebut.
Pada awal tahun juga sering terjadi hujan sehingga muncul pula akronim Januari “hujan sehari-hari”. Bahkan tidak jarang terjadi bencana banjir pada bulan-bulan tersebut.
Namun, pembahasan pada topik ini bukanlah tentang mendung, hujan apalagi akronim bulan, melainkan kemampuan manusia untuk mengenal pola-pola pada kondisi alam. Manusia kerap dihadapkan pada situasi yang menuntut kemampuan untuk memahami sesuatu yang tidak tampak secara langsung. Manusia mengenal pola bahwa pada bulan desember dan januari curah hujan tinggi, padahal tidak sedang berada pada bulan tersebut.
Ungkapan sederhana seperti “mendung belum tentu hujan” menjadi ilustrasi bagaimana manusia menggunakan penalaran abstrak untuk membaca gejala, mempertimbangkan kemungkinan, dan memahami bahwa satu kondisi tidak selalu menghasilkan akibat tertentu. Kemampuan melampaui apa yang memungkinkan manusia memprediksi, merencanakan, serta memahami aturan yang tidak selalu terlihat secara fisik. Sederhananya kemampuan ini dikenal dengan istilah berpikir abstrak.
Kekuatan ‘Super’ Manusia
Menariknya, manusia dianugerahi ‘kekuatan super’ yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, yakni kemampuan untuk memikirkan hal-hal yang tidak berada di depan mata. sesorang dapat membayangkan matahari meski sedang malam, membayangkan suasana kelas esok hari, atau memikirkan konsep “
‘kebenaran’ meski tidak ada objek nyata yang mewakilinya.
Dalam proses berpikir yang tak kasat mata, manusia menggunakan apa yang dapat disebut sebagai “papan tulis mental” (mental whiteboard). Konsep ini selaras dengan teori memori kerja, terutama komponen visuospatial sketchpad yang memungkinkan seseorang menyimpan dan memanipulasi citra mental tanpa kehadiran objek konkret
Papan tulis mental ini memungkinkan manusia melakukan manipulasi konsep. Manusia membayangkan benda-benda, memahami hubungan sebab-akibat, merangkai simbol-simbol dan lainnya. Papan tulis mental inilah yang menjadi fondasi berpikir tingkat tinggi seperti pemecahan masalah, penalaran logis, analogi, dan berkreasi.
Kemampuan berpikir abstrak merupakan karakteristik khas manusia. Hewan mampu bereaksi terhadap rangsangan langsung, tetapi manusia mampu menyusun, membayangkan, dan mengolah sesuatu yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Teori kapasitas relasional (relational complexity) menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas pemrosesan memungkinkan manusia menggabungkan lebih banyak relasi sekaligus berkaitan dengan hal yang esensial saat melakukan analogi, memahami aturan sosial, atau memecahkan masalah yang bersifat abstrak
Memahami kemampuan berpikir Abstrak
Berpikir abtrak dikenal juga dengan Penalaran abstrak, dalam konteks umum istilah yang sering dipakai adalah abstract thinking atau abstract reasoning. Penalaran abstrak merupakan kemampuan untuk memahami dan menganalisis konsep-konsep yang tidak dapat dilihat atau diindera secara langsung. Berpikir tentang sesuatu yang tidak dapat dilihat, dipegang dan dalam bentuk konsep. Penalaran abstrak bukan hanya ‘apa yang dilihat’ tetapi ‘apa yang dibalik’ hubungan antar objek atau ide
Contoh kasus: kasus sampah yang melanda di berbagai negara termasuk Indonesia menjadi prioritas untuk dituntaskan.
Banyak permasalahan muncul akibat menggunungnya sampah. Di sisi lain, muncul fenomena segitiga bermuda yang mampu menarik pesawat dan perahu ke arus putarannya. Pesawat dan perahu yang melewati dikabarkan hilang dihisap arus segitiga bermuda. Pertanyannya: kenapa sampah di Indonesia yang menggunung tidak di buang di segitiga bermuda?
Pertanyaan tersebut mengajak kita berpikir bahwa sebenarnya (secara kongkrit) ada sampah yang menumpuk, namun kita ‘dipaksa’ untuk berpikir secara abstrak (tidak nyata) dengan kondisi segitiga bermuda.







































