BERDUKA : Pemakaman Mbah Jenggot, kader terbaik DPC PDIP Kabupaten Kediri (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Mendung hitam menghantar kepergian jenasah Purwanto, Wakil Sekretaris Internal DPC PDIP Perjuangan akrab disapa Mbah Jenggot. Ribuan warga datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum di rumah duka Desa Nyawangan Kecamatan Kras.

Diterangkan Kepala Dusun Nyawangan, Sukamto, alhamrhum sedianya hendak menjemput istrinya Lilik uminarti, di rumah mertuanya di Desa Bandung Kabupaten Tulungagung. “Namun nasib berkata lain, beliau malah menghadap Sang Maha Kuasa,” jelasnya, ditemui usai pemakaman, Senin (9/9).

Menjadikan terasa pilu, Mbah Jenggot sempat berkumpul bersama pada malam sebelum hari naas menimpanya. “Sebenarnya tidak ada tanda apapun, malam masih keluar, sama saya dan teman-teman kemudian dibelikan makan. Ngobrol sampai jam 12 malam. Beliau kemudian pamit, karena pagi harus ke Kediri dulu,” jelas Kasun.

Dikaruniai tiga orang anak, Agus Kendarmawan (28), Famela (27) dan Tia (16), sosok Wakil Sekretaris Internal DPC PDIP Kabupaten Kediri ini, dikenal ramah dan hampir setiap malam, rumahnya tidak pernah sepi dari orang yang datang.

“Sejak bujang hingga sekarang selalu tidak pernah sepi tamu. Meski usianya masih muda, namun pola pikirnya seperti orang sepuh. Makanya beliau dipercaya menjabat sebagai kades selama dua kali. Andai aturan boleh tiga kali, mungkin beliau terpilih lagi. Namun akhirnya menjadi anggota dewan,” terang Sukamto.

Memiliki Riwayat Jantung

BERDUKA : Pemakaman Mbah Jenggot, kader terbaik DPC PDIP Kabupaten Kediri (istimewa/duta.co)

Sosok kemandirian dan tidak pernah mengeluh, merupakan ciri khas diingat Eko Edi Santoso, Sekretaris Desa yang juga keponakan Mbah Jenggot, merasakan langsung jasa almarhum.

“Beliau ini ramah, meski menjabat anggota DPR, namun tetap saja wiraswata jual beli truk. Malam sebelum kejadian, saya sempat bertanya kondisi sakitnya beliau, karena telah 4 tahun ini memiliki riwayat sakit jantung,” tutur Eko Edi Santoso.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata dan pihak Kepolisian, saat meninggal kondisi Mbah Jenggot dalam kondisi menekuk. Seperti halnya orang yang menahan rasa sakit berlebihan.

Selain pihak keluarga, orang yang terlihat terpukul Dodi Purwanto, Sekretaris DPC PDI Perjuangan. Dianggapnya merupakan kader terbaik, santun dan akrab dengan siapapun.

“Beliau sosok yang rendah hati, santun dan akrab dengan siapapun. Bahkan saat kegiatan legeslatif, beliau berbaur dengan anggota dewan dari fraksi lain. Kami sangat kehilangan, beliau adalah sosok kader terbaik PDIP dan kami sangat berduka,” tuturnya, usai memberikan penghormatan terakhir di pemakaman umum desa. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry