Berda Asmara – Dosen S1 PG-PAUD

DUNIA anak adalah dunia bermain. Karena itu, wajar jika dalam aktivitas mereka sehari-hari lebih banyak bermain daripada belajara. Tetapi, sebenarnya dari bermain itulah mereka belajar. Jangan kita paksakan apa yang ada dalam kepala kita kepada mereka secara frontal.

Karena mereka masih anak-anak, maka kita juga harus mendekati mereka dengan prespektif anak-anak. Jangan paksakan metode orang dewasa kepada mereka.

Dunia anak adalah dunia bermain. Kita boleh biarkan mereka bermain basah-basahan, bermain pasir, dan seterusnya.

Akan tetapi, yang tetap harus kita perhatikan adalah jangan sampai kita terlena dengan dunia permainan mereka. Artinya, bahwa jangan sampai karena kita tahu bahwa dunia mereka adalah dunia bermain kemudian kita biarkan mereka lepas tanpa kontrol yang memadai.

Bermain merupakan suatu fenomena perilaku yang alami bagi manusia. Terlepas dari unsur usia, jenis kelamin, dan ras, orang umumnya senang dan suka bermain, mereka bahkan kadang-kadang menghabiskan banyak waktu untuk bermain.

Karena bermain tidak berorientasi pada hasil, sangat dipahami bila terdapat sebagian orang yang cenderung mengabaikan besarnya pengaruh bermain bagi kepentingan belajar dan perkembangan anak.

Bahkan mereka menganggap bahwa bermain sebagai kegiatan yang bertentangan dengan belajar. Mereka berpendapat bahwa belajar merupakan kegiatan yang berorientasi pada hasil, sedangkan bermain tidak. Mereka mengaggap sebagai kegiatan yang tidak menguntungkan dan sia-sia.

Bermain bermanfaat dan berpengaruh positif bagi berbagai aspek perkembangan dan belajar anak diantaranya: Pertama, Motorik Kasar Bermain mengembangkan otot-otot besar seperti aktivitas mengangkat balok, mengendarai sepeda, mendaki tangga, melempar bola, dan seterusnya.

Kedua, Motorik Halus Bermain juga mengembangkan otot-otot kecil seperti kegiatan mengunting, menggambar, mewarnai dan seterusnya.

Ketiga, Kognitif Bermain mengembangkan kemampuan intelektual seperti ketika anak bertukar pikiran atau menyampaikan pikirannya melalui bahasa, menyebut warna, bentuk, ukuran, membuat keputusan memecahkan masalah dan seterusnya.

Keempat, Sosial Emosional bermain mengembangkan keterampilan sosial seperti ketika jumlah anak terlibat dalam suatu aktivtas yang melibatkan interaksi sesama mereka. Kapanpun anak terlibat interaksi dengan anak yang lain, mereka belajar untuk diterima, memberi dan menerima, berempati, serta berbagi sehingga menyukai aktivitas yang dilakukan.

Sedangkan, aspek emosional juga dapat dikembangkan ketika anak belajar mengekpresikan kendali diri, mengelola perasaan-perasaan, menghadapi ketegangan, frustasi, dan ketakukan, atau merasa nyaman ketika mengetahui bahwa dirinya diperbolehkan untuk bertingkah sewajarnya seperti anak

Setiap permainan anak-anak ada tata cara atau peraturan yang sudah menjadi ketentuan dari turun temurun, yang menuntut sikap sportif, komitmen terhadap aturan main, dalam permainan itu ada berlaku pola hukum penghargaan dan sanksi, ada pemenang adapula yang kalah, dan semua berada pada posisi proses berlatih, menuju puncak prestasi.

Banyak hikmah yang dapat diambil dari permainan-permainan anak ini, terutama bagi pembentukan sikap mental dan nilai-nilai kepribadian anak, misalnya: 1). Dengan bermain itu anak belajar menyadari keteraturan, peraturan dan berlatih menjalankan komitmen yang dibangun dalam permainan tersebut.

 2) Anak belajar menyelesaikan masalah dari kesulitan terendah sampai tertinggi, 3). Anak berlatih sabar menunggu giliran, setelah temannya menyelesaikan permainannya, 4). Anak berlatih bersaing dan membentuk motivasi dan harapan hari esok akan ada peluang memenangkan permainan, 5). Anak sejak dini belajar menghadapi resiko kekalahan yang dihadapi dari permainan.

Dengan demikian, hampir semua kegiatan anak adalah bermain. Bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain yang merupakan salah satu prinsip pembelajaran PAUD, mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitar mereka merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Arahkan pada permainan yang memberikan stimulasi pertumbuhan otak dan fisiknya terutama dalam capaian aspek perkembangan yang sesuai dengan tahapan usia anak, perhatikan dalam memilih mainan untuk anak-anak ataupun memilih permainan anak. *

.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.