Rektor Uniga, Prof Dr Dyah Savitri (tengah) saat membuka gelaran vaksinasi Covid-19 bersama Walikota Malang dan istri, serta Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona.

MALANG | duta.co – Universitas Gajayana (Uniga) Malang menggelar vaksin 1.000 dosis AstraZeneca, Kamis (14/10). Hal ini sebagai kontribusi kampus ini untuk menciptakan Herd Immunity. Dihimbau juga tidak lengah meski sudah divaksin, tetap menegakan Protokol Kesehatan agar tidak terjadi pandemi gelombang ke tiga.

Menurut Rektor Uniga, Prof Dr Dyah Sawitri bahwa vaksinasi berbasis kampus ini digelar dalam rangka mendukung program pemerintah untuk percepatan herd immunity. Peserta vaksinasi ini, menyasar mahasiswa hingga masyarakat umum. Dengan harapan kampus mempunyai nilai tambah di mata masyarakat.

“Program vaksinasi ini juga merupakan persiapan Uniga untuk menggelar perkuliahan tatap muka terbatas. Rencananya perkuliahan tersebut akan dilaksanakan di akhir bulan Oktober 2021,” ungkap Prof Dyah.

Pelaksanaan tatap muka ini nantinya akan dikhususkan bagi angkatan tahun 2020 dan 2021 dengan skema pembelajaran hybrid. Rencananya akhir Oktober tahun ini sudah melaksanakan tatap muka terbatas. Dengan syarat sudah dilakukan vaksinasi dua kali dan punya PeduliLindungi.

Vaksinasi ini digelar atas kerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Kodim V Brawijaya, serta relawan Kota Malang.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona menambahkan, ada kesadaran yang tinggi di masyarakat untuk turut dalam vaksinasi. Karena apapun usaha pemerintah jika tak didukung masyarakat sama saja. Ia mengapresiasi antusiasme warga Malang yang ikut vaksin hingga mencapai 80 %.

“Namun perlu diingat aglomerasi tiga daerah Malang Raya ini saling keterkaitan, Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang,” ujar Ferdian.

Maka selain vaksin, Dandim Kota Malang ini menghimbau untuk tetap mengedepankan pentingnya protokol kesehatan. Meski kasus Covid 19 menurun tapi tidak boleh lengah. Seperti pesan Presiden Joko Widodo, di Indonesia jangan sampai gelombang ke 3. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry