Anharu Minasalim Mushaf bersama Sang Ayah, Nawa Gularso usai prosesi wisuda Unusa di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (17/9/2022). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Anharu Minasalim Mushaf atau biasa disapa Aan, ketika wisuda di Dyandra Convention Center, Sabtu (17/9/2022), tampil sama seperti teman-temannya yang lain. Tidak ada yang berbeda. Aan juga mengenakan baju wisudawan lengkap dengan atributnya.

Saat diwisuda oleh Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie, Aan berjalan gagah dan menerima salinan ijazah dengan senyum sumringah.

Siapa sangka, Aan ternyata sangat spesial. Pemuda kelahiran Sidoarjo, 6 Oktober 1997 itu merupakan berkebutuhan khusus dengan autism.

Ditemui usai prosesi wisuda, Aan yang didampingi ayahnya, Nawa Gularso mengaku senang bisa lulus setelah empat tahun kuliah. “Saya senang sekali bisa lulus,” ujar Aan yang dipandu ayahnya untuk berbicara.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Sebagai ABK, Aan perlu pendampingan ternasuk saat berbicara agar terarah dan bisa dimengerti oleh lawan bicaranya.

Anak tunggal pasangan Nawa Gularso dan Ulyatul Mukmiroh ini memang ditekankan untuk bisa meraih pendidikan yang sangat tinggi. “Setelah lulus S1 nanti rencana ke S2,” kata Sang Ayah, Nawa Gularso.

Walau ABK, Aan memiliki banyak kelebihan. Dia pandai dalam hal deret itung. Sehingga dia bisa menebak hari lahir seseorang dengan mengetahui tanggal, bulan dan tahun lahir.

Tak mengherankan jika Aan juga pandai bermain musik. Jenis musik apapun dia bisa kuasai dengan baik. “Tapi maunya kuliah Bahasa Inggris karena dia ingin tinggal di Australia,” kata Nawa.

Ada Perlakuan Khusus saat Kuliah

Sebagai ABK, Aan didampingi seeorang (shadow teacher) saat kuliah. Pihak kampus juga mengakui ada perlakuan khusus bagi Aan.

Tapi itu tidak signifikan. Pembelajaran tetap di kelas yang sama dengan yang lain. Namun selain harus duduk di depaj, perhatian dan metode pembelajaran serta evaluasi diberikan yang semudah dan sesederhana mungkin sehingga memudahkan Aan dalam proses belajar mengajar (PBM).

“Contoh ketika diberi soal ujian dalam bentuk pilihan ganda dengan option yang hanya berjumlah 3-4 item pilihan jawaban. Jika essai maka diberikan dengan pendampingan dan metode lain yaitu interview,” kata Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Unusa, Tiyas Saputri, SS, MPd yang juga dosen pembimbing Aan.

S1 PBI Dapat Hibah Inobel Pensus

Tiyas mangakui kehadiran Aan di Unusa menjadikan sebuah bukti bahwa Unusa adalah kampus inklusi. Itu dibuktikan dengan hibah dari Kemendikbudristek pada 2019 dan 2021 program inovasi pembelajaran berkebutuhan khusus skema 1 prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Unusa.

Hibah itu bernama Inobel Pensus “Penggunaan Metode Interactive Video Recording Method (IVRM) dan Interactive e-Sorogan Learning Method (IeSLM) pada Pengajaran Microteaching & Pronunciation and Phonetics terhadap Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris.

“Itu semua karena S1 PBI Unusa menerima mahasiswa berkebutuhan khusus dan ke depan juga akan menerima mahasiswa berkebutuhan khusus,” tukasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry