
JOMBANG | duta.co – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 benar-benar membawa berkah bagi warga sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Meski pelaksanaannya baru digelar 27–31 Agustus 2026, rumah-rumah warga sudah ramai diburu calon peserta dan tamu. Demi meraih tambahan penghasilan, sebagian pemilik rumah bahkan rela “mengungsi” ke rumah orang tua maupun kerabat agar rumahnya bisa disewakan dengan tarif mencapai Rp10 juta selama sepekan.
Fenomena itu dirasakan warga Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang. Salah satunya Siti Nur Hayati yang mengaku permintaan sewa rumah meningkat tajam sejak Tambakberas resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35.

“Alhamdulillah, mulai banyak yang mencari, dan juga banyak yang sudah inden di sini,” ujar Siti saat ditemui di kediamannya.
Menurutnya, rumah yang disewakan tidak hanya rumah kosong, tetapi juga rumah yang masih ditempati pemilik. Selama pelaksanaan muktamar, pemilik memilih tinggal sementara di rumah orang tua atau saudara.
“Yang punya rumah biasanya mengungsi ke rumah orang tua atau saudara. Ya saling membantu untuk terlaksananya Muktamar di Tambakberas sini,” katanya.
Siti mengaku akan melakukan hal yang sama. Selama rumahnya disewakan sekitar satu pekan, ia bersama keluarga akan tinggal di rumah adik dan orang tuanya.
Tarif sewa rumah di kawasan tersebut kini berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk masa sewa sekitar satu pekan. Tingginya harga sewa dipengaruhi lokasi perumahan yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari area parkir dan pusat kegiatan muktamar.
“Strategis, dekat dengan lokasi, dekat dengan parkir juga. Jalan kaki sekitar 500 meter,” ujarnya.
Ia menambahkan, calon penyewa berasal dari berbagai daerah. Sebagian menghubungi melalui WhatsApp, sementara lainnya datang langsung untuk melihat kondisi rumah sebelum menyepakati harga sewa.
Muktamar NU ke-35 yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026 diperkirakan dihadiri sekitar 6.000 peserta resmi, peninjau, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Tingginya kebutuhan akomodasi menjelang pelaksanaan muktamar menjadi berkah ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menggerakkan roda usaha lokal. (din)




































