SURABAYA | duta.co — Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali dirundung duka. Kali ini, ‘kepulangan’ Guru Besar yang juga Ketua Senat Akademik UINSA menghadap Sang Khaliq. Adalah Prof. Dr. H. Ahwan Mukarrom, M.A., Ahad, 14 Maret 2021 Pukul 07.15 WIB wafat. Tepatnya pukul 11.10 WIB jenazah disholatkan di Kampus UINSA, Jl. A. Yani No. 117 Surabaya, dipimpin Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.

Kepergian sesepuh UINSA ini pun dihantarkan langsung rektor tiga generasi. Prof. Dr. H. M. Ridlwan Nasir, M.A., Prof. Dr. H. Abd A’la, M.Ag., serta Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.

Rektor UINSA, Prof. Masdar menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam atas kepergian Ketua Senat yang akrab dipanggil Prof. Ahwan tersebut. Tak hanya dikenal low profile, sosok almarhum juga dikenal ringan tangan dan penuh pengertian. Baik di kalangan dosen maupun pegawai, almarhum juga dikenal sebagai dosen yang sangat perhatian terhadap mahasiswa.

“Jajaran pimpinan dan segenap Keluarga Besar UINSA turut berduka atas wafatnya Prof. Ahwan. Kita semua kehilangan sosok Gubes yang mengayomi dan menjadi teladan bagi semua,” ujar Prof. Masdar menyampaikan belasungkawa.

Bagi Rektor, Sosok Prof. Ahwan merupakan figur yang mengayomi, ramah, egaliter, sangat membantu bagi siapapun yang sedang mengurusi kenaikan pangkat. “Beliau salah satu sesepuh UINSA yang patut diteladani,” imbuh Prof. Masdar.

Mewakili pimpinan, Rektor secara khusus menyampaikan doa terbaik.

Semoga almarhum dimaafkan segala dosanya, diterima seluruh amal baiknya, dan kebaikan almarhum untuk UINSA menjadi amal jariyah yang mendatangkan pahala dan kebaikan untuk almarhum.

“Semoga kita yang lebih muda dapat mengemban estafet kebaikan yang sudah ditanamkan oleh almarhum,” tukas Prof. Masdar.

Sementara itu, Rektor UINSA Periode 2012-2018, Prof. A’la juga menyampaikan rasa kehilangan. “Saya sebagai murid dan sahabat Almarhum sangat kehilangan. Almarhum adalah figur yang sangat berintegritas, tawadlu‘, dan akrab dengan siapa saja. Semoga Allah mengampuni dosa almarhum dan menempatkan almarhum di tempat yang paling mulia di sisi Allah,” tutur Prof. A’la dengan duka yang mendalam.

Duka mendalam juga dirasakan Prof. Ridlwan Nasir. Bagi Rektor dua periode tahun 2000-2009 IAIN SA ini, almarhum adalah sosok yang santun dan pekerja keras. Kakak kelas dua tingkat dari Prof. Ridlwan ini juga telah banyak asam garam dalam tataran birokrasi. Pernah menjabat sebagai Kepala Biro IAIN SA (UINSA), serta Kepala Kantor Depag (sekarang Kemenag) Kabupaten Jombang dan Malang. Terakhir, almarhum  juga dipercaya memimpin Senat Akademik UINSA sejak tahun 2018 hingga wafat.

“Semoga Alm. Prof. Dr. H. Ahwan Mukarrom, M.A., semua amal ibadahnya di terima Allah dan kekhilafannya dimaafkan, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran, serta pengabdian beliau selama 40 tahun dicatat Allah sebagai amal Jariyah. Selamat Jalan Akhiina Al Kiram. Semoga berjumpa dengan Baginda Rasulullah SAW di Surga. Pengabdian Akhiina Al Kiram akan selalu dikenang oleh Keluarga Besar UINSA Surabaya,” pungkas Prof. Ridlwan haru mengiringi kepergian sang sahabat. (Nur/Humas)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry