Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Asep Mariono saat diwawancarai wartawan di kantornya. (DUTA.CO/Henoch Kurniawan)

SURABAYA | duta.co – Berkas perkara kasus muncikari ES dan TN belum sempurna. Guna membedah persoalan ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim bakal memanggil penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Kedua institusi ini akan melakukan gelar perkara. Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Mariono mengatakan gelar perkara dilakukan lantaran ada beberapa hal yang kurang dalam berkas.

“Karena ada petunjuk yang kalau dibuat secara tertulis itu terlalu banyak, jadi kami lakukan gelar perkara atas kasus ini. Rencananya gelar bakal kita adakan sore ini,” bebernya di kantor Kejati Jatim, Jumat (15/2/2019).

Ditanya materi apa yang perlu dilengkapi penyidik, Asep enggan berkomentar secara detail. “Karena memang itu masuk dalam rahasia penyidikan,” bebernya.

Asep mengaku belum melimpahkan dua berkas dari dua muncikari W dan F. Sedangkan Kejati Jatim, hanya menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari Vanessa Angel. “Masih SPDP-nya saja untuk Vanessa Angel saja belum berkasnya,” beber Sunarta.

Sunarta mengatakan kasus prostitusi daring ini terdiri dari empat berkas terpisah termasuk berkas kasus yang menjerat Vanessa. “Semuanya terpisah, dan masih ada dua berkas yang baru masuk ke Kejaksaan,” bebernya.

Kasus ini terjadi Polda Jatim menangkap dua orang artis yang terlibat kasus prostitusi daring. Kasus ini polisi menangkap Tentri Novantah (28), Endang Sutantri (37), Fitria, dan Windia warga Jakarta.

Polisi terus mengembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan 46 artis dan 100 model. Mereka merupakan binaan dua muncikari Tentri dan Endang, yang telah berstatus tersangka.

Perkembangan terbaru, polisi telah memeriksa rekening koran dari salah satu muncikari Endang Sutantri. Hasilnya, transaksi yang mereka lakukan sejak priode 1 Januari 2018 hingga 5 Januari 2019 total keseluruhan mencapai Rp2,8 miliar. (eno)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.