
SURABAYA | duta.co – Banyaknya peminat Hall Museum NU – Gedung Bundar yang berada di Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan atau Jl Gayungsari Timur 35 Kota Surabaya — sebagai sarana publik, ini membuat pengurus Museum NU membentuk event organizer (EO) tersendiri.
“Lokasinya strategis, ini membuat banyak orang tertarik menggelar acara di Hall Museum NU. Dekat pintu tol Waru, Masjid Nasional Al-Akbar, Kantor PWNU Jatim, bahkan sejumlah fasilitas modern Kota Surabaya. Ini membuat Hall Museum NU diminati banyak orang,” kata Mokhammad Kaiyis, Ketua Koperasi BISMA, pengelola Museum NU, Senin (06/04/26).
Sejumlah klien (individu, kelompok atau organisasi) telah menggunakan jasa atau layanan profesional di Museum NU. Mulai dari kantor pemerintahan, Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), Partai Politik sampai ormas keagamaan yang membutuhkan jaringan media, telah menggunakan fasilitas ini.
“Kebetulan di sini, juga banyak jurnalis nahdliyin yang terhubung dengan pengurus Museum NU. Mereka bisa memanfaatkan sebagai tempat jumpa pers. Ada wartawan Duta Masyarakat, TV9 yang memiliki jaringan eksternal. Maka, di sini juga sering menjadi pusat jumpa pers,” tegas Kaiyis yang juga anggota Dewan Kehormatan PWI Jatim ini.
Senin (06/4/26) pagi, Ketua DPC Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Sidoarjo Gatot Subagyo notabene Sekretaris PKN Jatim, Gatot Subagyo bersama (Hilal) kader PKN lain, mengunjungi Gedung Budar tersebut. “Kami ingin menggelar Halal Bihalal di sini. Tempatnya cukup strategis, dekat dengan jalan tol,” kata Gatot.
Ia melihat langsung Hall Museum NU bersama Hilal di lantai 3. Mereka juga sempat melihat sejumlah koleksi atau peninggalan para kiai NU, seperti SK pengangkatan Mbah Hasyim Asy’ari sebagai Pahlawanan Nasional. “Parpol juga pernah menggelar acara di hall ini. Pun kader-kader muda NU seperti PMII, GP Ansor, IPNU maupun IPPNU. Sekedar tahu, Minggu (05/4/26) kemarin dari Kemenag Surabaya (Program Ta’aruf) juga menggunakan fasilitas Hall Museum NU,” pungkas Kaiyis. (*)





































