Keterangan foto ugm.ac.id

PONOROGO | duta.co Sejak pagi beredar postingan di medsos terkait hasil swab terhadap anggota DPRD Ponorogo beserta staf yang dinyatakan positif covid 19. Dari 10 nama yang sudah menjalani swab pada 10 September itu, terdapat 9 nama yang dinyatakan positif.

Hasil pemeriksaan oleh Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Iskak Tulunagung itu , beredar luas pada Jumat (11/9/2020). Namun pihak Dinas Kesehatan maupun Tim Satgas Covid Ponorogo belum memberikan pernyataan apa pun.

“Nunggu rilis Bupati saja,” begitu komentar Kepala Dinas kesehatan Ponorogo, Rahayu Kusdarini atau akrab dikenal dengan panggilan Bu Irin itu, saat dikonfirmasi soal itu. Kapan akan dirilis ? “Semoga segera dirilis,” jawab Irin singkat.

Hingga sore saat  berita ini ditulis belum ada pernyataan satupun dari Tim Satgas Covid Ponorogo. Namun tiba-tiba muncul kembali postingan hasil swab terhadap 30 orang anggota DPRD Ponorogo, yang beredar di medsos dengan hasil kesemuanyanya negative.

Hasil PCR yang yang dilaksanakan di RSUD Dr.Soetomo Surabaya dan RSUD Iskak Tulungagung itu tidak sama persis dengan hasil PCR pada tanggal 10 September.

Contoh salah satu pimpinan parpol di Ponorogo yang menjadi anggota Fraksi di DPRD, pada tes swab tanggal 10 September dinyatakan positif, tapi pada rekap hasil pemeriksaan RT-PCR oleh Dinas Kesehatan Ponorogo per 11 September sore,  dinyatakan negative. Dan ini terjadi pada 6 orang, yakni anggota dewan, sopir  dan staf Sekretariat DPRD.

Terkait dua hasil PCR yang diunggah di medsos itu, Kadinkes nampak tidak suka dengan hal itu. “Sebenarnya apa sih maunya yang posting . Wong tidak berkepentingan dengan hal tersebut kok diposting di media,” ujarnya.

Seperti diketahui 1 orang anggota DPRD Ponorogo terkonfirmasi positif pada Selasa malam (8/9/2020), dan mengakibatkan seluruh anggota dewan dan sebagian staf menjalani tes swab pada Rabu dan Kamis  lalu. Sedangkan staf lainnya sebanyak 50 an orang  menjalani rapid tes dan swab pada Jumat, (11/9/2020).

PLt. Sekwan Ponorogo Harjono saat dikonfirmasi mengatakan,  bukan kapasitasnya menjawab soal hasil swab atau rapid tes. Namun diakui tes swab dilakukan setelah ada salah satu anggota dewan yang terkonfirmasi positif. Dan swab dilakukan dua kali untuk masing-masing kelompok. Yaitu dibagi Komisi A dan D, lalu Komisi B dan C dengan pelaksanaan swab di RSUD Muhammadiyah dan RSU Muslimat sejak Senin lalu, (7/9/2020).

“ Kami hanya menyelenggarakan swab saja. Ada sebagian staf yang hanya rapid tes dan ada yang swab. Untuk sekwan hari in 41 orang, dengan teman-teman tenaga fraksi ( tenaga ahli),   , swab sebanyak 2 kali. Hari ini dan Senin, swab Sabtu besuk dan Senin (14/9/2020),” pungkas Harjono.

Munculnya klaster baru ini diduga karena ada beberapa anggota DPRD yang berkunjung ke zona merah, Jakarta pada awal bulan lalu. Kunjungan yang seharusnya beberapa hari terpaksa dipersingkat karena ada salah satu anggota dewan yang positif .

“Ada 10 orang ke Jakarta secara diam-diam untuk suatu keperluan. Hasilnya ya begini,” tutur salah satu sumber Duta Masyarakat. Selain itu akibat munculnya klaster baru ‘DPRD’ ini maka kantor di Jl . Alun-alun Timur itu ditutup selama beberapa hari , dan akan dibuka kembali pada 21 September mendatang.

Sementara Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, dalam rilisnya Jumat petang menyatakan, memang didapat hasil yang berbeda dari tes swab yang dilakukan. Dari 28 sampel hasil swab terhadap staf secretariat DPRD dan anggota dewan pada 9 September, didapat hasil yang tidak sama.

“Dengan ini saya sampaikan bahwa pada tanggal 9 September 2020 dilakukan pengambilan swab terhadap 28 orang staf sekretariat dan anggota DPRD sebagai tindak lanjut tracing kontak erat kasus konfirm nomor 301.

Sebanyak 28 sample ini dikirim ke RSUD Dr. Sutomo Surabaya dan pada hari yang sama 10 orang dilakukan pengambilan swab dan dikirim ke RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Dari 10 sample yang dikirim ke RSUD Dr Iskak Tulungagung didapatkan 9 positif, 1 negatif. Dan dari 28 sample yang dikirim ke RSU Dr Sutomo Surabaya, didapatkan hasil semuanya negatif,” jelas Bupati.

Dari  9 hasil positif yang didapatkan, maka dilakukan pemeriksaan fisik, rontgent dada, darah dan pemeriksaan penunjang lainnya terhadap 9 orang tersebut, dan didapatkan semua hasil pemeriksaan normal.

“Mari kita saling menguatkan,saling menjaga, dan jangan pernah berpikir covid ini tidak bisa terjadi pada diri kita. Semua berpeluang untuk terjangkiti virus ini karena dia tidak mengenal kasta, terutama yang tidak disiplin protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (sna)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry