SURABAYA | duta.co – Umat Islam disasar info penanggulangan virus corona. Maklum, selama ini, umat Islam paling sering melakukan salaman massal, termasuk  usai salat berjamaah. Sementara, salaman, dianggap paling efektif menularkan virus tersebut.

Hari ini, Sabtu (14/3/2020) beredar penjelasan Prof H Nazaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Belum jelas akurasinya. Tetapi, isinya banyak, dari A-O. Berikut rincinya:

  1. Bahwa dalam penanganan Covid-19 perlu bahasa agama untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.
  1. Dihimbau semua karpet masjid dibuka dan diangkat untuk dibersihkan guna dilakukan sanitasi. 
  2. Di beberapa tempat disiapkan sabun antiseptik untuk cuci tangan dan mike-mike dibersihkan dengan obat disinfektan.
  1. Seluruh toilet dikontrol dan dibersihkan dengan disinfektan setiap hari
  2. Mukena masjid setelah dipakai sekali diminta diletakkan di lantai untuk selanjutnya dicuci.
  1. Tradisi salaman di masjid sudah disosialisasikan, untuk sementara agar ditiadakan kegiatan salaman
  2. Kegiatan shalat tarawih akan dibatasi dan menganjurkan agar shalat tarawih di rumah masing-masing untuk menghindari kontak antarorang.
  1. Petugas pembuka celengan masjid dilengkapi dengan masker dan sarung tangan.
  2. Kepada orang yang sedang flu dan batuk-batuk dianjurkan untuk tidak ke masjid
  1. Untuk sementara kegiatan tabligh akbar yang melibatkan banyak orang ditiadakan
  2. Kegiatan i’tikaf di masjid untuk sementara kemungkinan akan ditiadaka
  1. Dalam kondisi ekstrem, kegiatan sholat Idul Fitri yang hukumnya sunah akan dibatasi, karena menolak kemudharatan lebih utama daripada mencari manfaat.
  2. Melakukan sosialisasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan olah raga, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang
  1. Seluruh organisasi Islam harus terlibat bersama dalam rangka penanganan Covid-19
  2. Kegiatan umrah disarankan tidak perlu diberangkatkan tahun ini, bila hal tersebut akan membawa mudharat

“Waduh! Ini sudah menggerus iman kita kepada Allah swt. Ketakutan yang sudah berlebihan,” komentar salah seorang tokoh NU di Jawa Timur, Sabtu (14/3).

Adzan di Masjid Solat di Rumah

Tak kalah seru adalah masjid-masjid di Kuwait.  9 jam lalu, melalui @saudinwes50 beredar ada adzan unik di sebuah masjid Kuwait. Uniknya, ada tambahan dalam kalimat adzan. Bunyinya: Assolaatu fi buyuutikum (solatlah di rumah kalian masing-masing red.).

Kini, hampir setiap khotib Jumat juga melakukan anjuran yang sama, yakni kebersihan masjid.  Di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya, juga dilakukan penyemprotan disinfektan menjelang solat Jumat kemarin. Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Jatim, Drs KH Muhammad Roziqi, MM, MBA ketika menjadi khotib Jumat, juga menyampaikan hal yang sama.

“Insya-Allah di Masjid ini semua sehat. Dan kita harus menjaga kemakmuran Masjid. Di Masjid ini sebelum jumatan sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Siapa yang masuk Masjid ini, Insya-Allah aman. Masjid juga harus menjaga kesehatan,” demikian disampaikan Roziqi pada Jumat (13/3/) kemarin. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry