PRODUK : Produk sajian salad yang dikemas menarik dengan bahan baku kualitas tinggi menjadi nilai lebih dari SaladStop sebagai menu pilihan makan. (duta.co/imam)

SURABAYA |duta.co -Tingginya antusias masyarakat Indonesia yang mulai peka akan kesehatan, Saladstop! Gandeng petani lokal dalam rangka memenuhi kebutuhan nutrisi. Setelah sukses membuka beberapa gerai di Jakarta, Saladstop! Mencoba peruntungannya di Kota Pahlawan. Gerai yang mulai beroperasi 3 Juni (6/2019) terletak di Tunjungan Plaza 5, Upper Ground.

Eat Wide Awake, merupakan motto Saladstop yang mengajak masyarakat untuk kritis dalam memilih makanan. Restoran yang berdiri tahun 2009 ini bermitra dengan petani lokal dalam pengembangan bisnisnya. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga kualitas produk serta apresiasi terhadap petani di Indonesia. Sejauh ini, Bogor masih menjadi pemasok utama. Kemudian, bahan tersebut dikirim ke Jakarta dan Surabaya.

“Selain itu restoran yang memiliki misi untuk memenuhi makanan sehat masyarakat ini juga tersebar di berbagai negara. Antara lain, Singapura, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Spanyol dan Hongkong. Saladstop menggunakan sistem hidroponik dalam penanaman setiap bahan-bahannya,” ujar founder Saladstop, Adrien Desbaillets di sela media event Selasa (6/2019.

Adrien menjelaskan, Saladstop megutamakan kualitas setiap produk yang ada dengan menjaga bahan-bahan tetap segar, dan menggunakan bahan terbaik. Tidak heran jika harga yang dipatok lumayan merogoh kantong.

“Kami banyak berinvestasi pada pengembangan produk dan inovasi. Jadi, harga yang ditawarkan akan sebanding dengan kualitas yang ada” jelas Adhi Putra Tawakal selaku Marketing Manager.

Dengan ini, Saladstop memiliki pelanggan yang tidak sedikit. Terbukti dari laba yang mencapai 20% per tahunnya dan jumlah transaksi yang menginjak di angka 80.000-100.000 per bulannya. Hal ini tidak terlepas dari sadarnya masyarakat Indonesia yang mulai berinvestasi akan kesehatannya.

“Selain itu juga karena sekarang banyak penyakit seperti obesitas, kanker yang banyak terjadi di Indonesia, jadi mereka mulai merubah gaya hidup. Karena  bahan baku kualitas tinggi, harga produk juga cukup premium. Namun pihaknya optimistis tetap diminati masyarakat,” ucap Adhi.

Salad itu tidak mengenyangkan dan hambar

Masyarakat Indonesia masih berpikir bahwa salad merupakan makanan yang terkesan hambar dan tidak enak. Tetapi dengan banyaknya menu yang ditawarkan Saladstop, salad akan menjadi hidangan yang lezat. Adhi menyatakan orang akan berubah ketika sudah mencoba. Saladstop sendiri menawarkan kebebasan kepada pelanggan untuk meracik menu favoritnya.

Tersedia sebanyak 60 toping dan 20 dressing yang bisa disesuaikan dengan budget dan selera. Tentu, dengan banyaknya varian yang ditawarkan akan menarik banyak pelanggan.

“Untuk salad paling diminati yaitu bulgogi, dan tuna, sedangkan dressing nya yaitu mayonais dan keju, karena orang Indonesia lebih suka yang berbahan creamy,” terang Adhi. (mg3/mg4)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry