TIPIKOR : Aiptu Puji Santoso Kasi Humas Polsekta Mojoroto (Ahmad Mafruchi/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Puluhan orang dengan rambut cepak terlihat berada di Halaman Mapolsekta Mojoroto, sebagian duduk di teras musala dan sisanya di depan ruang Unit Reskrim. Diketahui, jika mereka ternyata korban penipuan dilakukan lembaga abal-abal, beralamat kantor di Jl. Gatot Subroto Kelurahan Mrican Kota Kediri.

Dari keterangan Aiptu Puji Santoso, Kasi Humas Polsekta Mojoroto, berawal dari laporan Tiga Pilar Kelurahan Mrican adanya kegiatan yang mencurigakan. Terdapat puluhan orang mengguna seragam dan potongan rambutnya ala militer.

“Dari laporan Tiga Pilar Mrican, kemudian dilanjutkan ke bapak kapolsek selanjutnya ketua LSM beserta puluhan orang ini, kami mintai keterangan. Mereka ditawari bekerja sebagai anggota tim Polsus Tipikor dan PNS,” jelas Aiptu Puji Santoso

Para korban ini ternyata harus membayar sejumlah uang dengan nilai variatif dan harus menjalani sejumlah ujian. “Ada yang telah 3 bulan direkrut juga baru 2 minggu. Pihak LSM ini menyebarkan brosur dan para korban ini kemudian mendatangi alamat yang tertera,” imbuhnya.

Atas keterangan puluhan korban ini, telah diamankan satu orang lelaki berusia baya, JS beralamat tinggal sesuai KTP, warga Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem. Dari sejumlah sumber, diketahui jika JS ini sebelumnya pernah berurusan dengan polisi atas kasus rekrutmen PNS. “Dulu pernah ditahan karena jadi makelar PNS ternyata abal-abal,” jelas sumber duta.co.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polsekta Mojoroto terus mengembangkan kasus ini, karena diduga masih banyak korban yang tertipu. Sementara pelaku kini diamankan, mengaku jika uang hasil aksinya ini telah diserahkan kepada sesorang di Jakarta. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry