KEDIRI|duta.co – Kabar baik disampaikan Kepala SMPN 3 Kota Kediri, Maryono S.Pd, terkait akan digelarnya uji coba pembelajaran tatap muka pada 19 April nanti. Dasarnya telah dilakukan vaksinasi terhadap 95% guru pengajar, lalu bagi seluruh siswa dibagikan makanan tambahan untuk meningkatkan imunitas.

Selama dua hari sedikitnya 1.000 siswa SMPN 3 terdiri kelas 7, 8 dan 9 dihadirkan di sekolah secara bertahap dengan mengacu protokol kesehatan. Tujuannya, disampaikan Maryono saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (08/04). Pembagian makanan tambahan, berupa Vitamin C, wafer Tango dan satu kotak susu. Anggaran untuk belanja diambilkan dari Dana BOS setiap siswa.

“Jadi program pemberian makanan tambahan dimaksudkan, untuk meningkatkan kesehatan peserta didik dan bapak ibu guru. Bentuknya tentu saja makanan yg memiliki nilai gizi yang lebih baik yang kita berikan kepada anak-anak. Wafer merk Tanggo, susu dan Vitamin C,” jelas Maryono.

Namun yang menjadi pertanyaan sejumlah wali murid, satu paket pembelanjaan tersebut senilai Rp. 20 ribu. “Jika ditotal apakah tidak ada sisa dananya? Apakah kelebihannya untuk bapak ibu guru pengajar? Kami sebenarnya tidak mempermasalahkan bila demi tujuan segera dibuka pembelajaran tatap muka,” ucap salah satu wali murid meminta identitasnya dirahasiakan.

Namun Maryono bersikukuh, dengan pembagian makanan tambahan menjadikan anak sehat sehingga layak digelar. “Namun sekolah tidak bisa mewajibkan anak – anak mengikuti pembelajaran tatap muka. Jadi misalkan orang tua keberatan bisa mengirimkan surat ke sekolahan bila keberatan pembelajaran tatap muka dan anaknya tetap pembelajaran daring,,” terang Kepala SMPN 3 ini. (kin/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry