MESUM : Dua oknum guru diamankan di Mako Satpol PP Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co – Dua oknum Guru Tidak Tetap (GTT) SMKN 2 Kota Kediri, terjaring anggota Satpol PP Kota Kediri saat melakukan razia. Keduanya ASA (31) warga Jl. Yos Sudarso 83 RT. 15 RW. 04 Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, mengajar TKJ dan PSV (27) warga RT. 02 RW. 01 Dusun Krajan Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, mengajar Pariwisata, tertangkap basah berada di salah satu kamar.

Menjadikan ironis, saat awal dimintai keterangan, keduanya merupakan pasangan suami istri dan baru saja menikah. PSV mengaku baru usai kuliah dan saat ini sedang mencari pekerjaan di Kota Kediri. Sementara ASA mengaku bekerja di Kantor Pengairan Kabupaten Kediri kemudian mengundurkan diri dan berwirausaha jual beli saham.

Tak kurang akal, petugas kemudian menghubungi pihak keluarganya dan akhirnya diketahui, jika PSV maupun ASA sehari-harinya merupakan guru di SMKN. Istri ASA pun tak kuasa membendung kesedihan, karena saat ini dirinya sedang hamil 6 bulan anak keduanya.

Pun demikian, pihak keluarga PSV mengaku malu karena sebelumnya antara keduabelah pihak pada enam bulan lalu, sudah terbongkar kedoknya dan diminta tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Saya sudah pernah ngomong ke dia dan keluarganya, agar menjauhi suami saya. Kemudian suami saya memilih kost, daripada pulang ke Pare,” jelas istri ASA dihadapan petugas.

Meski sempat memberikan keterangan palsu, akhirnya kedua oknum guru ini mengaku telah lama menjalin hubungan asmara. Bahkan, sesaat usai dimintai keterangan PSV kemudian jatuh pingsa dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

“Apa dia hamil?,” tanya Edi Santoso, Kasi Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Kediri kepada ASA.

Diterangkan Edi, keduanya diamankan di salah satu kamar Star Suite Hotel, berada di Jl. Brigjen Pol. IBH Pranoto Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri, pada Sabtu malam sekira pukul 22.00wib. Saat diamankan, PSV menunjukkan SIM kemudian ASA menunjukkan KTP-nya.

Yang ditanya hanya bisa menganggukan kepalanya dan sontak saja tangis kesedihan istrinya makin tak tertahan. Atas kejadian ini, pihak Cabang Dinas Pendidikan Propinsi di Kediri, berjanji akan melakukan pembinaan kepada kedua oknum guru.

“Kami akan lakukan pembinaan kepada keduanya melalui pihak kepala sekolah,” jelas Sidik Purnama, Kabid SMA dan SMK. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.