Berbagi Cerita URC BPBD di Balik Corona , Diantara Dipuji dan Dicaci

156
oleh : Windoko Sableng
Komandan URC BPBD Kabupaten Kediri
Kala seseorang dan keluarganya terpapar virus corona dan hasil swab dinyatakan positif, itulah saat terendah manusia secara pikologisnya drop. Rasa putus asa ada di hatinya, merasa dikucilkan, merasa tidak ada perhatian. Maka dari itu kita sebagai masyarakat harus memberi dukungan morilnya dan memberi support secara psikologis. Kita jaga silaturahim dan memberi semangat dengan mendatanginya.

Dengan mendatanginya saudara kita yg terpapar Virus Corona akan merasa di perhatikan dan secara psikolgis dampaknya positif. Karena kalau kita tidak mensupportnya, maka seseorang yang dinyatakan positif akan depresi. Lalu membuat imunitas (kekebalan) dalam tubuh tidak bisa meningkat. Maka dari itu salah satu metode kami URC BPBD Kabupaten Kediri, dengan cara mendatangi ke rumahya.

Mengobrol, bersenda gurau, dan tetap disisipi edukasi bagaimana cara isolasi mandiri di rumah yg benar. Meskipun kami sadar, meskipun kami tahu, bahwa tindakan kami bisa membahayakan jiwa kami, membahayakan nyawa kami, namun bagi kami  pengabdian dan melayani masyarakat memang butuh pengorbanan. Apapun mereka yang positif adalah saudara kita dan sesama hamba, anak keturunan Nabi Adam dan Hawa. Mungkin kami juga tidak sempurna dan belum bisa berbuat lebih baik.

Namun kami melakukan dengan ikhlas, sebagai wujud kasih sayang kami pada sesama hambaNya. Mungkin juga apa yang kami lakukan banyak sekali yang mengkritik, menyalahkan bahkan menghakimi kami. Namun kami berfikir lebih baik kami berbuat sesuatu meski apa yang kami perbuat bisa salah. Namun bagi kami, itu lebih baik daripada kami diam. Melihat banyak saudara kami terpapar dan tumbang karena virus ini. Itu sedikit cerita klasik saat kami mengedukasi saudara – saudara kami yang positif terpapar Virus Corona ini.

Mohon doa dan supportnya, semoga Allah menjaga kami semua, Amin

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry