JOMBANG | duta.co – Pembagian beras sejahtera (Rastra) di Jombang kembali dikeluhkan masyarakat . Warga Dusun Ngudi, Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan, Jombang, menyesalkan pembagian beras bersubsidi pemerintah yang diterima.

Pasalnya, beras yang diterima berbau apek dan hancur. Bahkan, beras jatah yang sebelumnya disebut raskin tersebut juga berwarna kuning kecokelatan dan remuk.
Mohamad Soffan salah seorang warga setempat mengatakan, tidak hanya sekali ini saja dia dan warga lainya menerima rastra berkualitas buruk. Namun, sudah berkali-kali.

 

Kata Soffan, Rastra yang dia beli dengan harga Rp. 4.500 per kilogram itu kali ini tak layak dikonsumsi manusia. Bahkan warga terpaksa menggunakannya untuk makanan hewan ternaknya di rumah.

 
“Pernah sekali dua kali juga baik, tapi yang sering terjadi jelek begini. Ya nggak cocok dimakan manusia, itu mestinya bukan manusia yang makan, tapi ayam, anak saya saja nggak mau. Ini baunya apek dan warnanya sudah berubah, kadang banyak kutunya juga,” kata Mohamad Soffan, Rabu (31/5).

 
Meski kualitasnya jauh dari harapan, namun warga di Desa Tugu Sumberejo enggan mengembalikannya kepada Perum Bulog. Mereka hanya bisa pasrah menerima jatah Rastra itu karena tidak ada pilihan lain lagi. Untuk mengurangi bau apek, kata Soffan, warga harus mencuci beras tersebut berkali-kali sebelum memasaknya.
Karena itu, warga berharap, pemerintah memperbaiki kualitas Beras Sejahtera  (Rastra) layaknya beras-beras yang dijual bebas di pasaran. *rul

————————

Keterangan Foto: Seorang warga Dusun Ngudi, Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan, Jombang, menunjukkan beras sejahtera (Rastra) berkualiatas buruk yang diterimanya. (duta.co/ nurul yaqin)

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry