PASKIBRA : Penampilan siswa – siswa SMPN 4 Kota Kediri sebagai bentuk cinta negara (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI | duta.co -Pelaksanaan Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) diterapkan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan mendapat dukungan luar biasa dari dewan guru dan wali murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Kediri.

Alasannya, disampaikan Kasek Yayuk S. Cahyaningsih, kurikulum tersebut dinilai sangat mendukung kegiatan belajar – mengajar untuk mewujudkan sekolah unggulan di Kota Kediri.

Ditemui disela – sela Perayaan HUT ke – 58 SMPN 4 Kediri, Yayuk S. Cahyaningsih bahwa sekolah ini telah menerapkan Kurikulum 2013 (K13) berbasis karakter sejak Tahun 2013. Dengan diterapkan lima hari sekolah, menurutnya bisa membuat keseimbangan antara pendidikan akademik dan non – akademik.

“Pada sekolah kami ini memang kita ratakan, tujuannya agar prestasi akademik maupun non akademik harus seimbang. Untuk kreasi anak-anak pun juga kita tekankan, agar antara otak kanan dan otak kiri semuanya jalan dan bekerja sama dengan baik,” terangnya, Sabtu (11/8).

Untuk menunjang skill dan kreatifitas dari jumlah 1.050 siswa, Spipat sebutan untuk SMPN 4 Kota Kediri, menyediakan 21 ragam kegiatan ekstra. Seperti seni tari, musik, olah raga, jaranan, karawitan, hadroh dan berbagai kegiatanan menunjang karakter siswa. Dari berbagai jenis kegiatan tersebut siswa bebas memilih dan menentukan keinginan mereka sesuai bakat dan minat.

“Banyak sekali penguatan karakter di sini, termasuk juga religiusitas, mencintai NKRI, menerapkan budi pekerti luhur, dan lainnya. Para siswa di sini mulai pagi masuk sekolah sudah disambut dengan lagu-lagu nasional. Kemudian pada Hari Sabtu dan Minggu ada beberapa kegiatan religius,” jelasnya.

Kegiatan literasi pun turut digencarkan pada Hari Selasa dan Rabu. Kemudian pada Hari Kamis dan Jum’at adalah pemantapan spiritual dengan istilah pitutur luhur, yaitu pertemuan anak-anak dengan wali kelas. “Ini agar kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh para siswa saat proses belajar mengajar mampu diatasi,” tambahnya.

Tak ada diskriminasi antara siswa yang beragama Islam, Kristen, Katolik, maupun Hindu. Mereka mendapatkan fasilitas keagamaan yang sama dengan cara mendatangkan tokoh agama mereka masing-masing untuk memberi materi keagamaan.

Pada Hari Sabtu dan Minggu pun para siswa masih diperkenankan untuk membuat kegiatan ekstra di sekolah. Mereka juga bisa memanfaatkan lokasi sekolah sebagai tempat untuk bermain dan mengembangkan diri.

Banyak prestasi membanggakan yang telah dicapai, seperti Pramuka yang selalu mendapatkan juara sampai tingkat provinsi, baik Rajawali maupun Matahari. Ratusan piala terkumpul di kantor sekolah dari berbagai macam cabang. (ian/nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.