Calon anak didik SMA Muhammadiyah, Kota Kediri saat mengikuti edukasi "Kesehatan Reproduksi Remaja", di lantai 3 gedung SMA Muhammadiyah.

KEDIRI | duta.co – Dalam rangka membentengi para pelajar yang akan menjalani jenjang menengah atas, SMA Muhammadiyah Kota Kediri, menggelar edukasi kepada calon anak didik dengan tema “Kesehatan Reproduksi Remaja”. Acara berlangsung di lantai 3 gedung SMA Muhammadiyah, Rabu (20/7).

Setidaknya, 120 calon anak didik yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) itu, seolah antusias dan fokus dalam mengikuti acara tersebut.

Hadir dua pemateri, yakni, Karwati.SST,Tenaga Medis RSIA Nurmala dan Zainal Arifin SPsi, Guru Konseling di salah satu SMPN Kota Kediri.

Dwi Sulistyaningrum MPd, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Kota Kediri, mengatakan, dipilihnya edukasi perihal “Kesehatan Reproduksi Remaja”, memang dirasakan sangat penting bagi calon anak didik.

“Edukasi ini dirasa sangat penting bagi anak di jenjang SMP ke SMA. Tujuanya, meminimkan pergaulan yang sehat dan tidak ada kekerasan,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Karwati SST, Tenaga Medis RSIA Nurmala, mengatakan, edukasi ini memang harus digulirkan bagi calon anak didik agar mereka memahami pergaulan dan dampaknya.

“Tadi saya mengusung tema “Reproduksi Sehat, Remaja Hebat” meliputi, Pra Remaja, Remaja Awal, Remaja Pertengahan dan Remaja Akhir. Lalu, edukasi reproduksi, penyakit kanker masalah gizi pada remaja serta edukasi pergaulan serta dampak seks pra nikah,” ucapnya.

Ia berharap, edukasi yang diberikan bisa dipahami para calon anak didik. Karena, edukasi ini dirasakan penting bagi mereka dalam menjalani pergaulan ke depanya.

“Poinya, edukasi yang diberikan bisa menjadi bekal para calon anak didik,” harapnya.

Hal senada, disampaikan Zainal Arifin SPsi, bahwa tingkat pergaulan di Kota Kediri, masih dalam kategori yang tidak mengkhawatirkan. Meski demikian, perlunya peran warga dan keluarga.

“Kalau bagi saya, hal terpenting dan baku adalah peran dari warga serta keluarga. Karena, peran Orang tua dan lingkungan sangat mendominasi dalam tumbuh kembang anak,” katanya.

Untuk itu, kata Zainal, diperlukan edukasi berkala bagi para anak didik dan bukan hanya dalam MPLS saja. Hal inilah yang menjadi PR masing-masing lembaga pendidikan.

“Edukasi Reproduksi dan pergaulan memang harus dirutinkan. Kalau program Dinas terkait sudah optimal, tinggal peran lembaga pendidikan dalam menjalankanya,” pungkasnya.

Sementara, Hafiz Islamy Arrasya, salah satu calon anak didik SMA Muhammadiyah sekaligus peserta MPLS, menanggapi, edukasi ini dirasakan penting bagi remaja yang belum memahami dan memerlukan pengetahuan.

“Edukasi ini menambah wawasan dan jadi banyak hal tentang reproduksi. Harapanya, edukasi semacam ini kerap di selenggarakan,” pintanya. (bud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry