KORUPSI : Pasar Setono Betak dibangun menelan dana hibah sebesar Rp. 45 miliar (Nanang Priyo / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Sepinya Pasar Setono Betek Kota Kediri meski telah dibangun megah dengan dua lantai, menelan anggaran bersumberkan Dana Hibah Pemerintah Kota sebesar Rp. 45 miliar. Kabar terbarunya kini dalam penyelidikan tim Polda Jatim, dengan memanggil sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Kota Kediri.

Menurut sumber terpercaya menjelaskan, bahwa yang dibidik selain sumber anggaran dari dana hibah pemerintah kota, juga kontraktor pelaksana yaitu PT. Ayem Mulya Indah, PT. Kediri Putra dan PT. Bangun Persada Prima Surabaya.

“Disinyalir ada main mata dengan oknum pemkot kenapa kontraktor tersebut yang menggerjakan. Selain pembangunan tersebut menggunakan anggaran dana hibah,” jelas sumber duta.co saat dikonfirmasi Selasa (5/11).

Masih menurut sumber duta.co, terdapat dua pejabat yang dimintai keterangan pada Selasa pagi dan sebelumnya juga telah dimintai keterangan sejumlah pejabat. “Termasuk telah diperiksa kualitas bangunan dan volume-nya,” imbuhnya. Hingga berita ini diturunkan, Kabag Humas Pemerintah Kota, Apip Permana belum bisa dikonfirmasi.

Sementara mantan Direktur Utama PD. Pasar Jaya, Syaiful Yasin, dimana saat pembangunan pada tahun 2017 masih dirinya yang menjabat. Saat dikonfirmasi, menyatakan belum mengetahui bila ada pemeriksaan atas pembangunan Pasar Setono Betek.

“Memang dana pembangunan dari dana hibah pemkot, untuk pembangunan memang ada tiga kontraktor dan semua yang menunjuk pemkot, bukan dari kami,” terangnya.

Diketahui bersama, dengan besaran dana tersebut bukan hanya bangunan dua lantai dengan luas 40 x 80 meter persegi pada Blok A saja. Namun rencananya pemerintah kota akan membangun empat blok keseluruhan. “Pembangunannya bertahap, Blok A yang didahulukan. Harapannya setelah dilakukan renovasi dapat menjadi pasar andalan di Kota Kediri,” imbuhnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry