PASAR : Wali Kota Abdullah Abu Bakar saat resmikan Pasar Setono Betek bersumber dana hibah sebesar Rp. 45 miliar (istimewa / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Kemegahan Pasar Setono Betek Kota Kediri terbukti tidak sebanding dengan kucuran dana hibah dikeluarkan Pemerintah Kota Kediri sebesar Rp. 45 miliar. Para pedagang mengaku jualannya tidak laku dan hal ini dibenarkan Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Katino saat sidak bersama rombongan Komisi B.

“Mereka mengaku sepi jualannya, kemudian banyak yang janggal. Masak pendapatan pasar dalam setahun hanya menyetor 300 juta. Padahal pendapatan kotor per-bulan bisa mencapai Rp 600 juta sampai Rp 700 juta. Pembangunannya memang menggunakan dana hibah pemerintah kota. Terkait ada masalah dan kasusnya kini ditangani tim Polda Jawa Timur, saya malah belum tahu,” terangnya dikonfirmasi usai sidak, pada Selasa kemarin.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan kabar terbaru berdasarkan sumber terpercaya duta.co, tim Penyidik Polda Jatim, telah memanggil sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Kota Kediri. Informasi didapat, terkait dugaan kongkalingkong antara pihak pemerintah kota dengan tiga  kontraktor pelaksana yaitu PT. Ayem Mulya Indah, PT. Kediri Putra dan PT. Bangun Persada Prima Surabaya.

“Disinyalir ada main mata dengan oknum pemkot kenapa kontraktor tersebut yang menggerjakan. Selain pembangunan tersebut menggunakan anggaran dana hibah,” jelas sumber duta.co saat dikonfirmasi.

Akhirnya Kabag Humas Pemerintah Kota, Apip Permana bisa dikonfirmasi dan menyatakan belum mendapat kabar jika ada pejabat PUPR telah dimintai keterangan. “Saya belum dapat info,” terangnya dalam pesan yang dikirimkan. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry