SURABAYA | duta.co – Belajar sambil menonton film, hanya ada di Science Film Festival 2018 (SFF 2018) yang digelar selama empat hari berturut-turut mulai hari Rabu-Sabtu, 24-27 Oktober 2018 mulai pukul 08.00 WIB di Auditorium UK Petra, jalan Siwalankerto 121-131 Surabaya.

“Baik sekali jika konsep-konsep ilmu pengetahuan bisa disampaikan dengan cara yang lebih populer pada para pelajar dan masyarakat,” ungkap Mike Neuber, Managing Director di Wisma Jerman, Kamis (25/10).

Mengambil tema “Rovolusi Pangan: Mengatasi Tantangan 2050”, festival ini digagas oleh Perpustakaan UK Petra bekerjasama dengan Goetche-Institute. Tak hanya pemutaran film saja, akan ada pameran karya mahasiswa, demo eksperimen, workshop, kompetisi hingga story telling mengenai makan sehat.

“Acara tahunan ini merupakan program yang baik untuk memudahkan para pelajar dan pengajar memahami mengenai pendidikan Science, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM) dengan cara yang fun, menarik dan mudah diingat,” urai Dian Wulandari, SIIP,  Kepala Perpustakaan UK Petra, Surabaya.

Beberapa film yang ditayangkan berhubungan dengan food revolution antara lain Anak ayam usia sehari, Air Suci, Jamur dalam Ampas Kopi, Dino Dana-Growing Up Dino, Dino Dana-Mega Tooth, House of Little Sciencetists-Biting Plants, Messi Goes to Okido-Okido in Bloom dan masih banyak lainnya.

Peserta yang mendaftar dalam festival SFF 2018 antara lain berasal dari siswa SMKN 12 Surabaya, SMKN3 Surabaya, SMA Gloria 2 Surabaya, SMA Katolik Untung Suropati Sidoarjo, SDN Siwalankerto II Surabaya, SDN Percobaan Gedangan, SD Kristen Petra 1 Surabaya, SD Bethel Sulung Jemursari Surabaya, dan SDN Kutisari 1  Surabaya.

Tak hanya menonton film saja, para peserta selama empat hari akan diajak melihat pameran menambah ilmu pengetahuan diantaranya food waste, makanan sumber energi, hidangan sisa makanan, ampas kopi sebagai media tanam dan jembatan Hidrolis.

Misalnya seperti pameran makanan sumber energi ditunjukkan bahwa bahan makanan lemon bisa menghasilkan energi. Sebanyak 3 buah lemon mampu menghasilkan sumber listrik sebesar 3 volt. Mengapa bisa demikian? Sebab lemon mengandung senyawa asam sitrat (C6H807) yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.

Selain itu, para peserta juga akan diajak bermain games bertajuk plan your plate. Secara berkelompok dengan 5-7 orang tiap kelompoknya selama 20 menit, para peserta diajak memilah gambar mana yang termausk makanan sehat dan mana yang termasuk makanan tak sehat. wik 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry