Oleh: Ganjar Setyo Widodo*

MARHABAN Yaa Ramadhan. Ramadhan 1441 H telah tiba. Semua umat muslim khusyuk memasuki bulan yang penuh dengan keberkahan. Semua muslim ramai di grup WhatsApp mengirimkan pesan teks permintaan maaf atas segala perilaku yang telah dilakukan.

Ramadhan kali ini berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya, ramadhan dirayakan dengan penuh suka cita para jamaah. Kampung-kampung ramai membersihkan musholla; menghias masjid mereka dengan hiasan-hiasan yang meriah dan mencuci karpet masjid agar jamaah yang sholat dapat berjamaah dengan khusyuk karena bau harum karpetnya. Saat solat tarawih, semua berbondong-bondong ke masjid untuk berjamaah. Masjid selalu penuh. Di perkotaan, ramadhan dirayakan juga dengan penuh gempita. Jalan-jalan ramai dengan penjual takjil yang menjajakan makanan pembuka untuk berbuka puasa.

Namun, tahun ini berbeda. Ya,, karena bangsa Indonesia sedang diuji dengan musibah Covid-19. Karena virus tersebut, seluruh aktivitas sosial masyarakat berubah. Masyarakat tidak diperkenankan lagi untuk berkumpul dan bermasyarakat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Bahkan mudik pun dilarang dan didenda bagi yang melanggarnya. Jamaah salat tarawih juga dianjurkan untuk berjamaah dengan keluarga di rumah masing-masing. Bayangkan, yang biasanya berkumpul mengumandangkan pujian-pujian, tadarus bersama di musholla dan masjid, bercanda dengan teman-teman di masjid sambil menunggu waktu makan sahur tiba, tiba-tiba itu tidak dianjurkan lagi.

Yang masih sama dengan ramadhan sebelumnya yaitu keberadaan kurma. Buah kurma menjadi menu wajib bagi muslim yang berpuasa. Buah ini identik dengan buah Bulan Ramadan karena sering disajikan sebagai kudapan ketika berbuka puasa. Rasanya yang manis membuat kurma banyak digemari orang. Ramai orang-orang membeli kurma untuk stok makanan di kulkas. Namun, bukan hanya karena rasanya yang enak, kurma juga terkenal akan manfaatnya untuk kesehatan. Setidaknya ada beberapa manfaat buah kurma menurut hasil penelitian yaitu mencegah resiko diabetes, meningkatkan kesehatan jantung, menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan kesehatan tulang, mencegah anemia, menangkal radikal bebas, membantu menurunkan berat badan, baik untuk daya ingat, menanggulangi alergi, dan mencegah kangker lambung. Dengan begitu banyak manfaat, buah kurma seharusnya menjadi menu wajib bagi setiap orang tidak hanya ketika ramadhan saja.

Belajar dari Kurma Ramadhan

Alangkah baiknya kita semua belajar dari buah kurma ramadhan. Semua orang dalam masa pandemi covid-19 ini harus memberikan banyak manfaat kepada sesama. Terlebih pemerintah. Pemerintah harus hadir menjadi menu utama bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Menjadi menu utama berarti pemerintah harus selalu menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah. Pemerintah harus menjadi peminim risiko kolabs masyarakat kelas bawah, dan pelaku usaha. Pemerintah harus menjadi pencegah resiko ketidakteraturan sosial yang mungkin bisa saja terjadi. Pemerintah harus menjaga tulang kehidupan masyarakat yang hampir saja lumpuh akibat pandemi covid-19 ini. Pemerintah harus bisa juga menjadi antioksidan masyarakat untuk menangkal radikal bebas kehidupan yang mulai kehilangan kekuatan karena permasalahan yang ditimbukan pandemi ini jumlanya berlebihan. Pemerintah juga harus bisa menjadi pengencer darah bagi masyarakat yang berkurang darah hidupnya akibat terjadi kebekuan ekonomi masyarakatnya.

Selain itu, pemerintah harus bisa menjadi obat obesitas beban ekonomi masyarakat yang semakin hari semakin membengkak karena turunnya penghasilan masyarakat dan naiknnya seluruh kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pemerintah harus terjaga daya ingatnya ketika kampanye dulu, yang kalau disarikan isinnya yaitu berjanji mensejahterakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat timbul alergi dengan pemerintah karena kurangnya kepedulian pada saat pandemi covid-19.

Yang paling utama, pemerintah menjadi penjaga kesehatan jantung kehidupan masyarakat. Masyarakat  harus terjaga sirkulasi kehidupannya tanpa ada sumbatan-sumbatan yang timbul akibat penumpukan beban kehidupan. Pemerintah menjaga detak perekonomian masyarakat tetap stabil dan normal dengan memberikan bantuan yang dapat meringankan masyarakat.

Dengan belajar menjadi ‘Kurma Ramadhan’, pemerintah akan menjadi hal yang selalu diingat oleh masyarakat karena manfaatnya. Semoga.

*Penulis adalah Dosen di FKIP Universitas Islam Malang.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry