
SURABAYA | duta.co – Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) menggelar upacara bendera Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026).
Perwakilan karyawan dari empat unit usaha yakni Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani, RSI Surabaya Jemursari, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan RS Nyai Ageng Pinatih, dan jajaran direksi turut mengikuti upacara bendera.
Di momen itu, Yarsis memberikan penghargaan pada 76 karyawan dari tiga unit usaha kecuali RS Nyai Ageng Pinatih.
Penghargaan berupa uang tunai setara harga emas batangan untuk karyawan yang telah bekerja selama 10 tahun, 15 tahun dan 30 tahun.
Ketua Yarsis, Prof Mohammad Nuh menegaskan penghargaan ini jangan dilihat dari nilainya. Namun itu hanya sebagai tanda rasa terima kasih Yarsis pada karyawan.
“Intinya kita itu belajar berterima kasih. Berterima kasih kepada para pejuang kemerdekaan dengan cara, yang pertama, kita doakan beliau-beliau yang sudah mendahului kita. Kita teruskan nilai-nilai perjuangannya. Dan tentu berterima kasih kepada yang sekarang ini yang melanjutkan, yaitu para karyawan, para staf, keluarga besar Yarsis. Baik yang ada di Rumah Sakit Islam Ayani, Jemursari, Unusa, maupun Nyai Ageng Pinatih. Kita berterima kasih,” jelas Prof Nuh.
Karena dari semangat berterima kasih itulah kita bisa menghargai perjuangan seseorang. Yarsis bisa seperti ini tidak bisa dilepaskan dari beliau-beliau yang sudah 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun bekerja. Dan juga tidak bisa dilepaskan dari para pendiri dulu. Karena itu, kita doakan, kita semangatin, dan bentuk yang paling riil penghormatan itu, penghargaan itu, ya siapa pun yang sudah mengabdi, berkhidmat di sini, kita kasih penghormatan,” tambahnya.
Pemberian penghargaan ini juga karena layanan di unit usaha Yarsis dipercaya masyarakat. Untuk bisa memberikan layanan terbaik yang dipercaya masyarakat itu, maka diharapkan bisa muncul inovasi-inovasi baru.
“Karena tuntutan masyarakat itu terus berubah dan berkembang. Kita yang terus mendorong hal itu pada seluruh karyawan. Inovasi, inovasi dan inovasi. Tanpa inovasi kita tidak bisa memberikan yang terbaik,” tukasnya.
Karyawan Merasa Dihargai
Salah satu karyawan dari RSI AYani, drg. Evy A. Syagran, Sp.KGA, MM.KES, Fisqua, di tahun ini menerima apresiasi pengabdian 10 tahun. Dia mendapatkan setara 5 gram emas batangan atau kalau diuangkan sekitar Rp 25 juta.

Evy mengaku senang. Ini adalah apresiasi dari tempat dia bekerja yang sangat luar biasa. “Kita merasa dihargai. Dengan begitu, kita akan mendedikasikan diri kita di tempat di mana kita dihargai. Saya sangat beruntung di sini,” ungkapnya.
Laily Maulida Abdiana juga merasa beruntung. Dia mendapatkan apresiasi 30 tahun bekerja. Laily sejak Mei 2026 sudah pensiun dari RSI Jemursari dengan jabatan terakhir sebagai kepala bagian laundry.
“Saya hadir di sini karena secara itungan saya sudah 30 tahun mengabdi. Dan baru pensiun tahun ini. Jadi tetap mendapatkan hak saya. Terima kasih,” kata Laily yang berencana mendaftarkan haji salah satu anaknya dari hadiah yang dia terima.
Upacara bendera di lingkungan Yarsis tahun ini dengan tuan rumah RSI Surabaya Ahmad Yani. Dan secara bergilir di tiga unit lainnya. lis




































