MEMASAK : Domingo Enrique saat mendemonstrasikan memasak Rice Pudding bersama salah satu peserta. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co  – Ada banyak cara untuk belajar Bahasa Inggris. Agar mengena, masing-masing memiliki cara berbeda. Bisa sambil bermain, berolahraga hingga memasak.

Hal itu bisa terlihat dalam acara Multicultural Event (pertunjukan ragam budaya) yang mengusung tema The Diversity of the World’s Culture.

Acara ini  digelar Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FKIP UKWMS).

Fakultas yang mencetak para guru itu memfasilitasi siswa-siswi, khususnya di tingkat SMA/SMK/MAN sederajat untuk meningkatkan kemampuannya berbahasa Inggris dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.

Multicultural Event kali ini dikemas dengan penampilan dari lima kontingen luar negeri diantaranya Spanyol, Jerman, Belanda, United Kingdom (UK) dan China serta tak ketinggalan dari Indonesia.

Penampilan yang dibawakan juga beragam, Belanda contohnya yang mengajarkan cara mengucapkan beberapa kata benda dalam bahasa Belanda.

Tak ketinggalan, mereka Anna dan Budi dari perwakilan Yayasan Caraka Mulia mengenakan kostum khas Belanda dilengkapi dengan klompen, yakni sepatu kayu.

Selain itu, ada pula dari perwakilan Wisma Jerman yang turut mengajarkan cara membaca dan menyusun kata dalam bahasa Jerman.

Beberapa peserta pun ditantang untuk menjawab pertanyaan seputar bahasa Jerman dan terlihat sangat antusias.

Lalu perwakilan dari kontingen Spanyol yang diwakili Domingo Enrique Grande, mendemokan cara membuat Rice Pudding atau Arroz Con Leche dalam bahasa Spanyol di hadapan para peserta.

Sedangkan kontingen UK menghadirkan beberapa ragam makanan khas, dan dari kontingen China menampilkan permainan alat musik Guzheng yang dimainkan oleh Jessica Theodora.

Berbeda dengan penampilan dari kontingen UK Larry yang membawakan materi humor khas British. Dari Indonesia sendiri menyajikan beragam jajanan tradisional, kue cucur misalnya.

Pada acara yang diadakan setiap tahun ini, para peserta bisa langsung mencoba beragam keterampilan maupun makanan yang disuguhkan.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan meningkat keterampilannya berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, meliputi kemampuan mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing), serta komponen kosa kata (vocabulary), struktur kebahasaan (grammar), dan pelafalan (pronunciation).

“Dan wawasan mengenai keberagaman budaya dari beberapa negara di belahan dunia menjadi lebih luas, serta tentunya tidak melupakan kebudayaan Indonesia sendiri,” ujar Hady Sutris Winarlim, M.Sc., Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.