Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi (atas tengah) saat menggelar Workshop Aplikasi ATLAS untuk mahasiswa Akuntansi. (FT/IST)

MALANG | duta.co – Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (UNISMA) bekerjasama dengan CPA Center FEB UNISMA menggelar Workshop pelatihan Audit Tool and Linked Archive System (ATLAS). Pelatihan yang digelar secara daring berlangsung Sabtu (20/06/2020) lalu.

Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi, menyatakan bahwa dalam rangka menghadapi Revolusi Industri 4.0 semua pekerjaan terbantukan oleh teknologi, tidak luput juga pekerjaan di bidang audit. Dalam praktik audit yang saat ini muncul aplikasi audit berbasis risiko yang berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik ini dibangun oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) dan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Program ini diperuntukkan bagi Kantor-kantor Akuntan Publik (KAP) di Indonesia sebagai acuan dalam memberikan jasa audit.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB UNISMA yang bekerjasama dengan CPA Tes Center FEB UNISMA dengan menggelar Webinar Aplikasi ATLAS sebagai tool dalam mewujudkan digital Auditor,” ungkap Nur Diana, saat membuka acara yang mengambil tempat di Laboratorium Multimedia Gedung Imam Hambali lantai III FEB UNISMA.

Dekan yang rajin menggelar acara keilmuan ini menambahkan, Workshop seperti ini sangat penting karena ke depan semuanya mesti memakai aplikasi ini. Sehingga, ketika lulus mahasiswa sudah paham dan tidak gagap ketika harus berhadapan dengan aplikasi akuntansi terbaru.

Selanjutnya sang moderator, Andre Bayu Pratama, mahasiswa Prodi Akuntansi mengarahkan para Speaker untuk memaparkan materinya. Jaswadi Abdullah SE, MSi, Ak, PhD CPA, Sekretaris II Institute Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Wilayah Jawa Timur dan Kalimantan saat menjadi Keynote Speaker memaparkan materinya. Ia mengatakan bahwa standar penjaminan mutu pada kantor akuntan publik yang bereputasi atau KAP Big 4 (Big Four) biasanya memiliki program aplikasi sendiri. Hal ini untuk memastikan bahwa standar auditing yang diwajibkan profesi telah dilaksanakan auditor saat melaksanakan proses auditing.

“Namun untuk auditor yang tergabung dalam Small Medium Pratices atau kantor akuntan publik level menengah dan kecil, hal tersebut dilaksanakan secara variatif bahkan antar ketua tim audit dan anggotanya menggunakan formulir maupun folder audit yang berbeda,” jelasnya.

Hal di atas itulah, menurutnya, yang membuat Standar penjaminan mutu audit tidak diterapkan secara konsisten. Namun demikian pada 2018 lalu Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (P2PK) beserta dengan rekan KAP Irfan Rahmawan yang menyusun salah satu aplikasi digital guna mendukung pekerjaan audit.

“Program ATLAS ini merupakann Aplikasi yang sederhana tetapi Powerfull untuk menjamin standar penjaminan mutu dalam proses audit,” ujar Sekretaris II IAPI Jatim ini.

Jaswadi selanjutnya berharap bahwa dengan kegiatan ini lulusan program Studi Akuntansi FEB UNISMA siap untuk mengaplikasikan tool yang dibutuhkan dalam prosedur audit, apalagi calon lulusan juga bisa mengikuti ujian CPA Level Basic sehingga siap menjadi auditor di Kantor akuntan publik atau minimal praktik secara internal. Dengan demikian standar praktik prosedur audit bagi lulusannya bisa dijamin.

“Profesi Akuntan Publik ini tidak boleh main-main, laporan keuangan sudah disusun oleh akuntan manajemen perusahaan lengkap mulai dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas sampai ke catatan atas laporan keuangan. Tapi pada saat laporan keuangan Mandatory Diassurance oleh pihak eksternal auditor, maka auditor harus memiliki kompetensi untuk tracing dari seluruh informasi yang ada terkait laporan keuangan dan didokumentasikan dengan baik. Hal ini diatur oleh undang-undang dan standar profesi. Jika ada prosedur yang terkurangi maka akan mengurangi kualitas audit,” urainya.

Sementara itu, Muhammad Abdil Aziz selaku Auditor Senior Kantor Akuntan Publik Hendro Busroni Alamsyah dalam pelatihan ini menyampaikan bahwa tujan pelatihan ATLAS ini diharapkan dapat mendongkrak Skill mahasiswa UNISMA. Fungsinya untuk menghadapi penugasan auditor sesungguhnya dalam penyusunan kertas Kerja audit, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan.

Menurutnya pelatihan ATLAS ini sangat efektif untuk mencetak lulusan FEB UNISMA yang berkualifikasi dan berkompetensi, yang siap terjun di dunia kerja khususnya di Kantor Akuntan Publik.

“Aplikasi ATLAS yang dibangun diatas platform Microsoft Excel sebagai alat bantu bagi kantor-kantor Akuntan Publik dalam menjalankan prosedur audit. Aplikasi ini juga menjadi adalah langkah yang bagus dan dapat digunakan sebagai panduan bagi kantor Akuntan Publik yang ada di Indonesia, terutama yang belum menyelenggarakan kertas kerja dengan baik,” pungkas Abdil Aziz. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry