PERAJIN : Imam Muchsin, melanjutkan usaha keluarga sebagai perajin bedug (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI| duta.co -Bedug senantiasa dikaitkan dengan media panggil peribadatan. Ada pendapat tradisi bedug dikaitkan dengan budaya China saat ekspedisi pasukan Cheng Ho Abad ke-15. Laksamana utusan Kekaisaran Ming yang Muslim itu menginginkan suara bedug di masjid – masjid, seperti halnya penggunaan alat serupa di kuil – kuil Budha di China.
Ada pula pendapat bedug berasal dari tradisi drum China yang menyebar ke Asia Timur, kemudian masuk Nusantara.
Namun pendapat sejumlah arkeolog, pada Zaman Kerajaan Mahapahit, sekitar abad ke 14 Masehi. Dalam Kidung Malat dijelaskan, instrumen musik membrafaon bedug dibedakan antara bedug besar yang diberi nama teg-teg dengan bedug ukuran biasa.
Dimana bedug pada masa itu, berfungsi sebagai alat komunikasi dan penanda waktu seperti perang, bencana alam, atau hal mendesak lainnya.
Lepas dari sejumlah pendapat para ahli dan kisah sejarah, di Desa Mondo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, masih bertahan sekeluarga yang menjalani usaha turun temurun sebagai perajin bedug. Ditemui usai istirahat siang, Imam Muchsin (69), mengaku meneruskan usaha keluar ini sejak masih berusia cukupu muda mulai Tahun 1987.
Dia pun mengaku sempat bekerja sebagai pembuat perahu di Sumatera, demi mengembangkan keahliannya dalam mengolah kayu mentah menjadi bundaran sesuai permintaan pemesan.
“Cara pembuatannya sama, seperti membuat perahu. Karena di sini tidak ada perahu, saya menggarap bedug,” jelasnya.
Dengan bahan kayu trembesi yang memiliki diameter besar,  Muchsin mengaku bisa memproduksi menjadi 4 bedug dengan ukuran bervariasi, mulai diameter 50 cm hingga 150 cm yang cukup banyak pesanannya. Dalam satu bulan, Muchsin mengaku bisa memproduksi 3 hingga 4 bedug yang siap dipakai.
Terkait bahan baku, ia peroleh dari berbagai tempat seperti Trenggalek, Malang hingga di sejumlah tempat di Jawa Tengah. Bedug buatannya, ternyata pernah diminati dan terkirim ke sejumlah negara. Ia mengaku, baru saja mendapatkan pesanan dari Spanyol.
“Tapi orangnya yang ambil ke sini. Bukan saya yang kirim ke sana,” tambahnya. (ian/nng)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry