Dr Ubaidillah Zuhdi – Dosen S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

TULISAN ini merupakan bagian keempat dari seri bedah buku Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa karya James Clear. Bagian akhir dari tulisan sebelum ini membahas mengenai hubungan kaidah keempat perubahan perilaku, menjadikannya memuaskan, dengan masa yang akan datang. Pembahasan berikutnya adalah mengenai ganjaran langsung.

Menurut buku ini, kita lebih suka memilih ganjaran langsung daripada ganjaran tidak langsung atau ganjaran tertunda. Ganjaran langsung adalah efek yang bisa dirasakan di masa kini, sedangkan ganjaran tidak langsung adalah efek yang akan muncul di masa mendatang.

Contohnya adalah memakan makanan berlemak. Ganjaran langsung dari proses ini adalah kenikmatan di indera pengecap. Di lain pihak, ganjaran tidak langsung dari proses ini adalah kegemukan (tentu saja, hal ini akan terjadi jika porsi makanan berlemak yang dimakan tidak terkontrol).

Buku ini menjelaskan juga bahwa kesuksesan di masa mendatang adalah buah menunda ganjaran langsung (atau bisa juga memakai istilah “kepuasan langsung”).

Dengan kata lain, ganjaran tertunda yang bersifat positif (hidup sehat, dapat nilai A, tabungan banyak, hidup damai, dan lain sebagainya) merupakan hasil dari usaha kita mengontrol diri dalam hal mendapatkan ganjaran langsung. Menahan diri tidak bermain game sebelum menyelesaikan kegiatan belajar bisa menjadi salah satu contoh dalam hal ini.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah ganjaran langsung tetap dibutuhkan untuk membuat sebuah kebiasaan bertahan lama. Dengan porsi yang tepat, ganjaran langsung bisa melanggengkan sebuah kebiasaan karena memuaskan orang yang melakukan kebiasaan tersebut.

Buku ini memakai contoh mengalihkan harga dari barang yang tidak dibeli ke pos tabungan khusus untuk membeli barang yang ingin dibeli dalam menerangkan konsep ini. Contoh ini menjelaskan bahwa kebiasaan menghindari belanja barang yang sia-sia akan menjadi memuaskan dengan jalan mengalihkan uang yang bisa dihemat (karena tidak membeli barang tersebut) ke pos keuangan lain yang ditujukan untuk membeli barang yang memang diinginkan.

Buku ini memakai kalimat yang mudah dipahami dalam menjelaskan hubungan antara ganjaran dan kebiasaan, yakni kebiasaan yang bisa dinikmati akan langgeng. Bagaimana jika sebuah perilaku mendapatkan ganjaran langsung yang bersifat negatif? Jika hal tersebut terjadi pada seseorang, maka dia kemungkinan besar tidak mau mengulangi lagi perilaku tersebut.

Contoh yang bisa dipakai dalam hal ini adalah perilaku telat masuk sekolah yang membuat seorang siswa dihukum berdiri di luar kelas (tidak boleh mengikuti beberapa mata pelajaran di hari itu).

Buku ini juga membahas mengenai bagaimana mempertahankan kebiasaan baik setiap hari. Poin penting dalam hal ini adalah mencatat kemajuan yang dicapai. Buku di atas memakai istilah “pemantau kebiasaan” dalam menjelaskan alat yang bisa dipakai dalam pencatatan tersebut.

Salah satu contoh pemantau kebiasaan ini adalah tanda silang pada kalender. Tanda silang ini diberikan pada kebiasaan yang telah selesai dilaksanakan pada tanggal tertentu. Bukti visual dari kemajuan akan mendatangkan kepuasan. Jika muncul kepuasan, maka besar kemungkinan kita akan bertahan pada kondisi yang ada sekarang. Dengan kata lain, rasa puas ini sangat mungkin akan membuat kita mempertahankan kebiasaan yang sedang digalakkan.

Buku ini menjelaskan juga mengenai bagaimana cara kembali ke jalur yang benar pada saat melenceng dalam hal mengerjakan kebiasaan baik atau pada saat rantai kebiasaan baik terputus. Cara tersebut adalah tidak meninggalkan kebiasaan baik dua kali berturut-turut.

Meninggalkan kebiasaan baik dua kali berturut-turut adalah awal dari munculnya kebiasaan buruk. Kita perlu secepatnya kembali ke jalur yang benar saat rantai kebiasaan baik terputus. Salah satu pesan di buku yang sedang dibahas adalah jangan menyia-nyiakan manfaat yang terkumpul selama ini dari kebiasaan baik yang dijalankan. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry