
JAKARTA | duta.co — Kementerian Agama membuka Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) jalur gelar akselerasi 2026. Melalui skema ini, santri memungkinkan untuk menempuh pendidikan berjenjang secara terintegrasi dari S1 ke S2 maupun S2 ke S3.
Program hasil kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini ditujukan bagi lulusan pesantren dan alumni pendidikan keagamaan binaan Kemenag, dengan prioritas bagi mereka yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kemenag, Ruchman Basori, menyebut program akselerasi ini sebagai inovasi strategis dalam mencetak SDM unggul berbasis keagamaan.
“Program akselerasi ini kami hadirkan sebagai terobosan baru agar talenta dari pesantren dan pendidikan keagamaan dapat menempuh studi lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan hingga jenjang tertinggi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
“Kami ingin memastikan santri dan lulusan pendidikan keagamaan memiliki akses yang lebih luas dan sistematis untuk melanjutkan studi, sehingga mampu berkontribusi lebih besar dalam pengembangan keilmuan. Dan oleh karenanya, dapat berkontribusi lebih besar juga bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.
Program gelar akselerasi BIB 2026 terdiri dari dua skema. Pertama, jenjang S1 lanjut S2 dengan durasi pendanaan 36 bulan untuk S1 dan 12 bulan untuk S2, khusus pada program studi Bahasa dan Sastra Arab. Kedua, jenjang S2 lanjut S3 dengan durasi 18 bulan untuk S2 dan 36 bulan untuk S3 pada bidang studi Islam.
Pendaftar hanya dapat memilih satu perguruan tinggi dan program studi tujuan. Daftar kampus mitra serta panduan lengkap dapat diakses melalui portal resmi di https://beasiswa.kemenag.go.id dan segera melakukan pendaftaran sebelum tenggat waktu di https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/
Peserta yang lolos seleksi BIB melalui jalur kemitraan ini, secara otomatis akan memperoleh Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi mitra dan diwajibkan memulai perkuliahan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Melalui program ini, Kementerian Agama berharap lahir generasi cendekiawan muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjawab tantangan global. (kmg)





































