PENJURIAN : Proses penjurian Nusantara Academic Award – Dihadiri oleh kandidat (tengah atas) serta segenap dewan juri (panelis / penguji) pada Jumat (26/03), yaitu Sumanto Al Qurtuby (kanan atas), Budhy Munawar-Rachman (kiri atas), Ulil Abshar-Abdalla (kiri bawah), Prof. Machasin (tengah bawah), Mark Woodward (kanan bawah), dan Prof. John Titaley (tidak tampak di foto). (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Sebagai bagian dari satuan sistem keuangan nasional, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tidak pernah putus memberikan dukungan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Kali ini melalui Corporate Social Resposibility, BCA turut ambil bagian dalam upaya pelestarian kebudayaan di Indonesia dengan mendukung gelaran Nusantara Academic Award (NAA) dan Nusantara Writing Grant (NWG) yang diadakan oleh Nusantara Institute, sebuah lembaga riset dan kajian ekstra kampus yang fokus di bidang studi agama, budaya, tradisi, dan kerajaan lokal di Indonesia.

NAA, yang dilakukan sejak tahun 2019, merupakan ajang tahunan kompetisi nasional untuk memilih naskah tesis magister atau disertasi doktor berkualitas dari berbagai kampus di Indonesia, sedangkan NWG adalah ajang kompetisi nasional untuk memilih proposal penulisan tesis magister maupun disertasi doktor berkualitas untuk mahasiswa yang sudah selesai melakukan tahap penelitian. Topik tesis maupun disertasi yang diajukan untuk mengikuti kompetisi NAA maupun NWG harus sesuai dengan visi, misi, dan platform Nusantara Institute.

Tahun 2021 ini ada sekitar 115 naskah tesis magister maupun disertasi doktor yang diajukan oleh para pelamar dari berbagai kampus di dalam negeri maupun mancanegara. Sedangkan untuk NWG ada lebih dari 130 proposal, baik tesis maupun disertasi, yang diajukan.

Proses penyeleksian NWG maupun NAA berlangsung sangat ketat dimulai dari seleksi internal oleh Nusantara Institute untuk memilih sejumlah kandidat (shortlisted candidates) yang layak untuk diwawancarai via daring (Zoom) oleh tim panelis atau dewan juri yang terdiri dari para sarjana, akademisi, ahli (expert), dan spesialis yang sesuai dengan topik tesis/disertasi, selain dari Nusantara Institute.

Wawancara ini, yang juga dihadiri audiens publik, dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kualitas dan kemampuan kandidat dalam memaparkan tesis/disertasinya serta dalam menjawab atau merespons pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh tim panelis.  Kandidat yang diundang wawancara tidak menjamin bahwa yang bersangkutan akan mendapatkan award maupun grant. Terbukti, sejumlah kandidat berguguran di sesi wawancara.

Proses wawancara untuk memilih kandidat penerima NAA maupun NWG tahun 2021 ini dilakukan pada bulan Februari dan Maret. Sebelum sesi wawancara, acara selalu dibuka terlebih dahulu oleh Direktur Nusantara Institute, Sumanto Al Qurtuby, untuk menjelaskan tentang mekanisme penilaian, penyeleksian, dan seluk-beluk NAA maupun NWG. Sumanto berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para akademisi dan peneliti muda untuk terus menggali, mengeksplorasi, mengkaji, dan melestarikan kebudayaan Nusantara, khususnya melalui dunia riset dan aktivitas akademik.

Sementara itu, EVP CSR BCA Inge Setiawati dalam sambutannya menjelaskan tentang komitmen BCA dalam upaya pelestarian keanekaragaman kebudayaan Nusantara. “Pelestarian dan penghormatan terhadap kultur dan budaya yang beragam di Indonesia mutlak dibutuhkan mengingat bangsa ini merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. BCA berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Kami percaya dengan adanya dukungan terhadap pelestarian kebudayaan ini akan semakin mempererat persatuan Indonesia dengan makna ‘Bhinneka Tunggal Ika’” ujar Inge Setiawati.“Kami yakin bahwa kegiatan yang memiliki tujuan mulia pasti akan kembali baik sesuai dengan tujuan awalnya. Inilah yang menjadi dasar juga bagi Bakti BCA untuk mendukung berjalannya kegiatan ini sampai dengan ke tahap penjurian akhir nanti,” tutup Inge. imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry