

Ribuan orang menyerbu di hari pertama pameran. Bahkan ada yang rela antre dua jam sebelum pintu pameran dibuka. Ada yang membawa tas belanja, tas ransel hingga koper.
Dewi Listiani, bersama temannya sudah datang sejak pukul 08:00 WIB. Bukan hanya pintu pameran, pintu mall juga belum dibuka. Dia sabar hingga sekitar pukul 09.30 WIB pintu mall dibuka.
Dia bersama pengunjung lain berlarian agar bisa antre di deretan depan. Dan betul di pukul 10.00 WIB, pintu pameran dibuka. Kembali Dewi dan semua pengunjung berlari.
Mereka langsung menyerbu troli dan keranjang belanja. Berlarian menuju rak buku. Kebanyakan mereka mengambil buku-buku tanpa melihat bentuknya, tanpa membaca judulnya. Beberapa tumpukan langsung dimasukkan troli.
Kebanyakan mereka tidak datang sendiri. Minimal berdua dengan membagi tugas di bagian mana mereka akan berburu buku.
Dialui Dewi setiap BBW digelar di Surabaya selalu hadir. Selain untuk koleksi pribadi, dia membuka jasa titip (jastip). “Kebanyakan jastip. Ya mereka yang malas antre,” ujarnya.
Dua tahun BBW tidak digelar di Surabaya. Dan Dewi mengaku mendapatkan pesanan dari pelanggannya cukup banyak. “Biasanya habis ngambil gini, saya foto, saya tunjukkan ke mereka, kalau oke baru saya belikan,” katanya.
Ternyata dari sekian banyak pengunjung, kebanyakan adalah mereka yang membuka jastip. Namun ada pula yang dikonsumsi pribadi.
Seperti halnya Sulvi, ibu dua anak asal Surabaya. Dia mengaku membeli buku untuk anaknya. “Kan kebanyakan buku anak-anak, jadi saatnya berburu,” ungkapnya.
BBW kali ini membawa 350 ribu koleksi buku dari 30 negara di dunia. Dan 70 persen adalah buku anak-anak. Dikatakan Marthius Wandi Budianto, Direktur Big Bad Wolf Books Indonesia, sengaja pihaknya membawa buku anak-anak karena ingin mengedukasi dan mengajak anak untuk gemar membaca sejak dini. “Jadi kami bawa buku anak-anak dari seluruh belahan dunia,” ungkapnya.
Mengusung misi “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu” BBW tidak sekadar menjual buku. ‘”Kami ingjn merayakan kekuatan membaca yang mampu membawa potensi untuk menginspirasi dan membentuk karakter, memperluas wawasan, dan memicu perubahan positi,” tambahnya.
Andrew Yap, Pendiri BBW, juga menegaskan komitmen globalnya sebagai perusahaan berbasis misi yang telah menjangkau lebih dari 50 kota di 17 negara, “Kami ingin menghadirkan buku bermutu dapat diakses oleh semua orang, di mana pun mereka berada. Setiap halaman yang dibaca adalah langkah kecil menuju perubahan besar,” ungkapnya. ril/lis