
GRESIK | duta.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan program “Siap Level Up” di SDN Gulomantung, Desa Gulomantung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Rabu (21/1/2026) lalu.
Kegiatan edukasi kesehatan ini dirancang khusus untuk membekali 50 siswa kelas 6 dengan pengetahuan penting tentang kesehatan fisik, mental, dan reproduksi dalam menghadapi masa pubertas.
Program yang dijalankan delapan mahasiswa BBK 7 ini menggabungkan presentasi interaktif, sesi quiz berkala, dan diskusi terbuka. Alur kegiatan dimulai dengan perkenalan dan senam Jepang, kemudian dilanjutkan dengan pola penyampaian materi, pengerjaan quiz, penyampaian materi lanjutan, pengerjaan quiz, hingga sesi review dan tanya jawab untuk memastikan pemahaman menyeluruh.
M. Atria Aqila, selaku pemateri kegiatan, menjelaskan bahwa pendekatan interaktif dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman bagi siswa.
“Kami ingin siswa memahami bahwa perubahan fisik dan emosional saat pubertas adalah hal yang normal. Dengan metode kuis dan diskusi terbuka, siswa jadi lebih berani bertanya tanpa rasa malu,” ujarnya.
Program ‘Siap Level Up’ secara khusus mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan membangun literasi kesehatan dini, dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan pendidikan kesehatan yang inklusif dan sesuai usia.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan. “Aku jadi tahu perubahan tubuhku itu normal dan wajar, nggak perlu malu,” ujar Kiona, salah satu siswa perempuan.
Siswa lain mengaku paham kalau ada yang iseng harus lapor guru, bukan langsung berantem.
Data dari kuis yang diisi siswa menunjukkan temuan menarik. Sebanyak 92% siswa datang dengan emosi senang, namun 60% mengaku masih melakukan kebiasaan buruk seperti begadang dan screen time berlebihan. Meskipun 100% siswa sudah tahu area tubuh privat yang tidak boleh disentuh, program ini berhasil memberikan alternatif respons yang lebih aman selain kekerasan fisik.
“Senang banget bisa belajar sambil main quiz gini, nggak bosen,” kata Atha dengan semangat.
Bu Jannah, selaku guru kelas 6 SDN Gulomantung mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN. “Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa kami yang akan memasuki masa remaja. Metode penyampaian yang interaktif membuat siswa antusias dan mudah memahami topik yang biasanya dianggap sensitif,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR berharap dapat berkontribusi dalam membangun generasi muda yang lebih sehat secara fisik, tangguh secara mental, dan berdaya secara sosial dalam menghadapi transisi menuju remaja. * (tulisan ditulis Tara Aulia, Mahasiswa FEB Unair)






































