Komisioner Bawaslu ketika memberikan keterangan pers (Heru/Duta)

SITUBONDO | duta.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Situbondo menemukan ribuan pemilih yang sudah meninggal dunia namun masih tercatat dalam dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) KPU.

Temuan ini didapat berdasarkan hasil program pengawasan uji petik atau sampling yang dilakukan Bawaslu secara berkala. Berdasarkan data pengawasan Bawaslu pada triwulan ketiga (sekitar bulan September), terdapat hampir 1.000 data pemilih yang sudah meninggal tetapi masih tercatat di DPB.

Perbedaan Data dengan Kemensos

Bawaslu Situbondo juga membandingkan data dengan pasokan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang menonaktifkan sekitar 3.000 data pemilih meninggal versi mereka.

“Setelah dianalisa secara mendalam terhadap 1.500 data dari Kemensos, ditemukan sekitar 800 data yang memang sudah meninggal dan masih terdaftar di DPB.

Kendala Perbedaan angka ini terjadi karena mekanisme pemutakhiran data di KPU dan sistem administrasi kependudukan memiliki perbedaan,”  jelas Zekkiuddin Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Situbondo.

Kemensos, lanjut Zekkiuddin, mendasarkan datanya pada laporan petugas di lapangan tanpa berbasis penuh pada Sistem Administrasi Manunggal di bawah Dukcapil yang memerlukan akta kematian resmi.

“Langkah tindak lanjut, Bawaslu telah mengeluarkan imbauan serta saran perbaikan kepada pihak KPU agar menindaklanjuti temuan ini dengan berkoordinasi langsung hingga tingkat desa. Koordinasi di tingkat desa dinilai paling efektif karena keterangan kematian dari desa atau kelurahan diakui dalam sistem administrasi untuk menerbitkan akta kematian,” tutur Zekkiuddin.

Dilain pihak, Dini Melilia Meiranda Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Situbondo, berharap KPU dapat terus menyelaraskan data kependudukan secara berkala guna meminimalisir masalah validitas data pemilih pada pemilu mendatang.

“Harapan Bawaslu, KPU Situbondo bisa menyelaraskan data tersebut, sehingga pada pemilu mendatang tidak ada lagi data orang mati masuk dalam daftar Data Pemilih Berlanjut,” ujar Dini. (her)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry