
JOMBANG | duta.co – Seorang pria berusia 36 tahun di Desa Budug Sidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, diamankan petugas gabungan TNI, Polri, dan perangkat desa setelah bertindak membahayakan diri sendiri dengan membawa senjata tajam, Selasa (3/2/2026) sore.
Aksi menegangkan tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Pria berinisial R itu diketahui sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta. Berdasarkan informasi di lapangan, R diduga tengah mengalami tekanan psikologis berat sehingga nekat melukai tubuhnya sendiri.
Peristiwa bermula ketika R mendatangi rumah guru ngajinya, Solikan (60), sambil membawa sebilah sabit. Dalam kondisi emosi tidak stabil dan berbicara tidak jelas, R sempat ditenangkan oleh Solikan hingga akhirnya menyerahkan senjata tajam yang dibawanya.
Namun situasi kembali memanas. Tak berselang lama, R mengambil pisau dapur dan kembali melukai dirinya sendiri. Melihat kondisi tersebut, warga segera melaporkan kejadian itu kepada aparat keamanan setempat.
Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo mengatakan, petugas gabungan segera mendatangi lokasi dan berupaya melakukan pendekatan persuasif. Akan tetapi, R justru mencoba melarikan diri sambil tetap menggenggam pisau.
“Petugas bersama warga akhirnya melakukan tindakan cepat dan terukur untuk melumpuhkan yang bersangkutan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar AKP Bagus Tejo, Selasa (3/2/2026) malam.
Setelah berhasil diamankan, R dibawa ke Mapolsek Sumobito. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka sayatan di bagian tangan dan dada yang diduga akibat perbuatannya sendiri. Selain luka fisik, kondisi emosional R juga dilaporkan belum stabil dan sulit diajak berkomunikasi.
Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga bersama Kepala Desa Budug Sidorejo bersepakat membawa R ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang, untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan kesehatan jiwa secara intensif.
Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun bertindak sendiri jika menemui kejadian serupa di lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan perangkat desa setempat demi mencegah risiko jatuhnya korban jiwa. “Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan, terutama bila menyangkut keselamatan dan kondisi kejiwaan seseorang,” tandasnya. (din)




































