
JOMBANG | duta.co — Bau tak sedap yang disebut berasal dari aktivitas pengolahan ayam di sekitar SMPN 4 Jombang mengganggu proses belajar mengajar. Dalam tiga hari terakhir, aroma menyengat masuk ke ruang kelas hingga sejumlah siswa mengalami mual dan muntah.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah mengambil langkah untuk memulangkan siswa dan mengalihkan pembelajaran secara daring demi menjaga kenyamanan serta kesehatan peserta didik.
Kepala SMPN 4 Jombang, Slamet Agus Tri Prastyo, mengatakan bau menyengat semakin terasa dalam tiga hari terakhir. Aroma tersebut, menurut dia, masuk ke ruang-ruang kelas dan membuat kegiatan belajar tidak berjalan normal.
“Siswa sampai mual dan muntah-muntah, guru-guru juga tidak sanggup mengajar di dalam kelas. Karena mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak, saya langsung berkoordinasi dengan dinas untuk mengizinkan pembelajaran dialihkan secara daring,” ujar Agus, Senin (28/9).
Pihak sekolah kemudian mendatangi lokasi usaha PT Jombang Pangan Nusantara (JPN) yang berada di sebelah gedung sekolah. Menurut Agus, saat berada di lokasi, pihak sekolah melihat adanya air limbah cair dari aktivitas pengolahan ayam yang meluap dan mengalir ke saluran umum.
Agus menyebut fasilitas tersebut semestinya digunakan untuk pengemasan ayam. Namun, menurut keterangan yang diterima pihak sekolah, aktivitas pencucian ayam juga dilakukan di lokasi tersebut.
“Fasilitas di sini seharusnya hanya untuk pengemasan ayam, bukan tempat pencucian. Tapi ternyata pekerja melakukan pencucian di lokasi ini sehingga limbah cairnya menyumbat dan meluap,” terang Agus.
Persoalan bau tersebut, lanjut Agus, bukan kali pertama dikeluhkan pihak sekolah. Sejak bau mulai muncul, sekolah berupaya menghubungi pihak perusahaan melalui pesan WhatsApp. Namun, komunikasi disebut terkendala karena nomor yang biasa dihubungi telah berganti.
“Sebelumnya kami juga sudah komplain terkait kebisingan mesin dan asap hitam pembakaran sampah yang masuk ke kelas saat jam pelajaran,” ungkapnya.
Setelah persoalan tersebut mencuat, pemilik PT JPN, Mas Atta bersama istrinya, Mbak Anisa, menemui pihak sekolah. Mereka menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kelalaian pekerja terkait aktivitas pencucian ayam di area yang disebut seharusnya digunakan untuk pengemasan.
Atta mengatakan pihaknya segera melakukan penanganan terhadap limbah dan sumber bau. “Kami segera mengerahkan truk sedot limbah untuk menguras penampungan, lalu menyemprotkan cairan penghilang bau. Proses pencucian ayam akan dipindahkan ke tempat lain dan tidak dilakukan lagi di sini,” kata Atta.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan Jombang telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Pemilik usaha juga ditemui di tempat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan maupun tindak lanjut atas persoalan tersebut. Pihak perusahaan juga belum memberikan keterangan secara resmi kepada media dan menolak didokumentasikan. Sekolah berharap penanganan segera dilakukan agar persoalan bau tidak kembali mengganggu proses pembelajaran dan aktivitas siswa di SMPN 4 Jombang. (mer)







































