Massa dari empat desa di sekitar PT Jebe Koko jalan raya Manyar, Kecamatan Manyar, Gresik melakukan demo meminta dihentikannya produksi pengelolahan kakao yang mencemari dengan bau busuk. (FT/Agussalim)

GRESIK | duta.co – Perusahaan pengelolahan kakao PT Jebe Koko yang berada di jalan raya Manyar KM 25, Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik dipaksa berhenti berproduksi. Pasalnya perusahaan tersebut mengeluarkan bau busuk hingga membuat kebanyakan warga mengalami pusing, mual hingga muntah-muntah. Peristiwa tersebut setelah di demo oleh massa dari empat desa disekitar perusahaan, Jumat (13/7/2018).

Permintaan warga pada perusahaan asing di kawasan Industri Maspion tersebut berjalan alot. Sebab pemangku kebijakan sedang tidak ada ditempat, hingga warga berjanji akan menunggu di kantor kecamatan untuk direalisasikannya penutupan perusahaan. Diketahui audiensi yang dilakukan di kantor kecamatan Manyar dihadiri salah satu direksi dan stafnya saja.

“Sudah satu tahun silam perwakilan warga mendatangi dsn mengundang manageman untuk masalah bau busuk yang merugikan warga. Namun manageman tidak punya niat baik, hingga terjadi unjukrasa ini, warga hanya minta agar bau tersebut dihilangkan. Perusahaan berjanji mereduksi bau tersebut namun tidak dilaksanakan,” terang koordinator aksi yang juga tokoh masyarakat Abdul Muid Zaid.

Pria akrab disapa Gus Muid melanjutkan, warga tidak akan beranjak dari kantor kecamatan sebelum ada persetujuan berhenti berproduksi. Audiensi di kawal ketat aparat kepolisian dan juga TNI, dsn disaksikan Camat Manyar serta MUI Kecamatan. Unjuk rasa dimulai sejak pukul 13:00 hingga 17:00, kesepakatan mulai dibuat.

“Kami tidak punya wewenang untuk memberhentikan produksi di perusahaan kami, dan harus ada persetujuan direktur utama yang sedang di luar kota,” terang Ferdinand salahsatu direksi yang didampingi staf enginering dan staf produksinya.

Diketahui warga empat desa disekitat perusahaan adalah, desa Sidomukti, Manyar Rejo, Sidorukun, Peganden dan Leran. Dengan alasan kerugian yang besar sebenarnya manageman meminta waktu pada warga untuk memikirkan memberhentikan produksi. Namun warga bahkan berjanji akan mendirikan tenda untuk menunggu bersama menageman yang ada hingga tuntutan di realisasi.

“Sering terjadi warga oungsan, mual hingha muntah diakibatkan bau busuk yang menyengat dari Jebe Koko, bahkan pernah saya alami sendiri,” terang Abdul Najib koordinator Gerakan Peduli Lingkungan Manyar Gresik.

Lamanya audiensi akhirnya berhasil, pihak perusahaan PT Jebe Koko menyetujui memberhentikan produksinya. Hinngga sanggup menghilangkan bau yang menyengat tersebut sampai waktu tidak ditentukan. Akhirnya demo yang mengakibatjan macetnya jalan pantura tersebut bubar dan berhasil memenuhi tuntutan warga.(gus)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.