SEMARANG | duta.co – Awal Prasetyo resmi menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang masa bakti 2021-2026 setelah dilantik hari ini, Rabu (22/12/2021) di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang oleh Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana.

Salah satu terobosan baru yang dia gagas adalah meningkatkan karir dungsional relawan PMI menjadi dosen, “Organisasi Palang Merag itu bukan menjadi ‘pekerjaan’ tapi bisa menjadi karir yang harus dijalankan secara profesional. Oleh karena itu kesadaran para karyawan harus ditingkatkan dan diwujud nyatakan sehingga akan lebih mudah mencapai misi PMI menjadi organisasi yang lebih dicintai masyarakat dalam menjalankan kegiatan secara profesional,” kata Awal menjawab pertanyaan wartawan.

“Relawan atau staf bisa memiliki karir fungsional untuk menjadi dosen di institusi pendidikan yang ada di PMI Kota Semarang. Karena syarat menjadi dosen harus S2 (strata 2) maka harus S2,” lanjutnya.

Menerima pertanyaan selanjutnya terkait proses mendapatkan beasiswa, bagi relawan dan staf PMI Awal menjawab rencana program beasiswa intern (PMI) dan usaha mengakses beasiswa umum, “Jelas semuanya terbuka, baik itu beasiswa intern maupun yang di luar kan juga banyak, bisa diakses,” jawabnya.

Awal juga menerangkan terobosan lain yang bakal dia lakukan dalam memimpin PMI Kota Semarang, yakni memaksimalkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) relawan yang ada di PMI Jawa Tengah. Menurutnya sertifikasi relawan bisa dimaksimalkan untuk mendukung karir sebagai relawan.

Dalam peran kemasyarakatan, Awal menyatakan bakal memperluas pelibatan masyarakat dengan cara melibatkan tokoh masyarakat dalam kepengurusan yang diwakili dari unsur pemerintah. Selain itu, dirinya akan melakukan pemecahan kegiatan dengan meningkatkan peran PMI Kecamatan.

Ketua PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana mengingatkan pentingnya sinergi dengan BPBD dan Baznas Kota Semarang dalam penanggulanagan bencana di kota lunpia ini. Sarwa juga mengingatkan mekanisme anggaran di PMI lebih cepat dari pemerintah. Karena itu dia minta program bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bisa diserahkan ke PMI, “Kalau tidak pingin ribet, titip saja dana hibah untuk RTHL ke PMI,” ujarnya.

Sarwa juga mengingatkan agar pengurus PMI Kota Semarang untuk menjaga integritas dalam menggunakan anggaran dari bulan dana PMI Kota Semarang yang mencapai 2 milyar lebih, “Transparansi, akuntabilitas perlu dijaga,” pesannya.

Sementara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi peran PMI Kota Semarang dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan hampir semua orang terpapar virus tersebut, “Ada sekitar 600an yang tidak tertolong,”:kata Hendi, sapaan Hendrar Prihadi.

Hendi lantas mengingatkan kesalehan kultural dalam budaya gotong royong untuk mengatasi wabah global tersebut. Sehingga angka penderita Covid-19 semakin turun, dan saat ini tidak ada warga yang dorawat maupun isolasi atau nol, “Ini kerja kita semua,” ujarnya. (rif)

Keterangan foto:
Ketua dan Ketua Dewan Kehormatan PMI Kota Semarang saat menandatangani berita acara pelantikan, disaksikan Wali Kota Semarang (rif)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry