ACARA : Dua politikus Menpora Dr. H. Imam Nahrawi, S.Ag bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat acara Mata Najwa On Stage Kediri (duta.co/Nanang Priyo) 

KEDIRI | duta.co -Terkait belum cairnya hadiah dan bonus untuk tim dan pemain tim kebanggaan warga Kediri berhasil merebut Juara Liga III Nasional, ditemui usai acara Mata Najwa On Stage Kediri di GOR Jayabaya, Menpora Imam Nahrawi mengaku belum mendengar. Solusinya, dia meminta agar ini dipublikasikan agar PSSI membaca atas masalah ini.

Usai perhelatan final Leg Kedua, Persik Kediri dijamu PSCS Cilacap pada 30 Desmeber lalu, dimana tim Macan Putih dinobatkan sebagai juara Liga III, kemudian menyabet pemain terbaik dan pemain pencetak gol terbanyak, ternyata hanya sebatas seremonial saja. Ratusan Persikmania yang memadati Stadion Wijayakusuma Kabupaten Cilacap menjadi saksi atas pertandingan ini.

“Belum cair? Berapa jumlahnya? Dijanjikan kapan? Kalau itu sudah menjadi hak Persik, apalagi juara, harusnya PSSI segera membayar dan tidak bisa ditunda. Jangan mengulangi kebiasaan lama, apalagi klub ingin eksis, setiap klub telah melakukan perbaikan manajemen. Tidak boleh ditunda dan harus segera dicair,” jelas Menpora dihadapan sejumlah wartawan,

Ditegaskan Imam Nahrowi, dia meminta kepada media untuk mempublikasikan atas kejadian ini, agar PSSI tahu.

“Beritakan paling gede, agar PSSI baca. Termasuk hak siar dan bonus untuk klub, sudah direncanakan sejak awal bersama operator. sebenarnya hal mudah dan tidak perlu ditunda,” terangnya.

Apakah ini terkait OTT KPK termasuk nama Menpora kini dikaitkan, pihak protokol Kemenpora melarang wartawan untuk menanyakan hal tersebut.

“Tolong jangan tanyakan soal urusan KPK kepada bapak (Menpora, red). Tanyakan hal lainnya terkait timnas atau soal olahraga lainnya,” jelasnya. (nng)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry