MIRAS : Pemusnahan miras di depan Mapolres Kediri Kota hasil Operasi Tumpas Semeru 2018. (duta.co/M Isnan)

KEDIRI | duta.co -Polres Kediri Kota memusnahkan barang bukti miras dan narkoba di depan mako berada di Jl.  KH Wachid Hasyim Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Rabu (16/5). Barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil operasi Tumpas Semeru 2018 digelar sejak 1 April hingga 15 Mei 2018.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Hariyadi .SIK menjelaskan barang bukti merupakan barang – barang haram ini, secara simbolis dimusnahkan sebagai pengingat masyarakat untuk tidak menjadi korban miras dan narkoba yang berakibat hilangnya nyawa.

“Adapun miras yang dimusnahkan sebanyak 3.340 Botol miras, 39 Jerigen atau 3.285 liter miras. Dengan rincian 1.591 liter arak jowo, 531 liter miras oplosan, 17,2 liter Bir Balihay, 105 liter merk Vodka, 719,4 liter miras merk Kunthul, 73,8 liter Bir Bintang, 121,6 liter Anggur Merah, 42,8 liter Guinness, 3,55 liter Wiskhi, dan 78,8 liter miras jenis lain,” jelas Kapolres Kediri Kota.

Selain itu, sebanyak 14.500 butir pil LL dan 2,28 gram sabu-sabu dimusnahkan dengan cara dibakar. Ini sebagai barang bukti dari 7 kasus narkoba yang terjaring dalam Operasi Tumpas Semeru 2018.

Dihadiri oleh Komandan Kodim 0809 Letkol (Kav) Dwi Agung Sutrisno, Pjs Wali Kota Kediri Dr. Jumadi, Kajari Dra Martini SH, Pengasuh Ponpes Al-Amin KH Anwar Iskandar, Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon, Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Djalil dan Pengasuh Ponpes Wahidiyah Kedunglo Romo KH Abdul Latif Madjid.

Sebagai acara tambahan, Polres Kediri Kota juga menggelar deklarasi lawan terorisme. Kapolres Kediri Kota menyebut hal ini sebagai itikad baik bersatu melawan maraknya aksi-aksi terorisme seperti yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu.

“Ini untuk menyatakan sikap bahwa Kediri Kota ini tidak takut dengan terorisme. Kita di sini sepakat menolak terorisme, karena kalau kita sampai takut berarti aksi mereka itu berhasil. Insya Allah Kediri Kota akan tetap aman dan kondusif yang didukung oleh forkopimda, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. ian/nng

Tinggalkan Balasan