CATATAN PINGGIR

DR. ROMADLON SUKARDI, M.M.*

PERESMIAN PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi bukan sekadar pembukaan sebuah pabrik. Di balik prosesi pemotongan pita, sesungguhnya sedang dibangun sebuah narasi besar tentang arah masa depan industri Indonesia: bagaimana daerah tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu menjadi pusat penciptaan nilai tambah, inovasi, dan daya saing global.

Di sinilah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memperlihatkan konsistensinya dalam mengawal transformasi ekonomi yang berorientasi pada hilirisasi, penguatan industri, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejak lama, gagasan petik, olah, kemas, jual yang terus beliau gaungkan bukan sekadar slogan pembangunan. Ia merupakan filosofi ekonomi yang menempatkan nilai tambah sebagai kunci kemajuan daerah. Sebab, bangsa yang besar bukanlah bangsa yang hanya menjual kekayaan alamnya, melainkan bangsa yang mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing di pasar dunia.

Kehadiran PT Sunrise Masami Internasional menjadi simbol bahwa hilirisasi bukan lagi sebuah wacana, melainkan kenyataan yang mulai tumbuh di Jawa Timur. Industri kemasan logam yang sebelumnya masih bergantung pada impor kini mulai diproduksi di dalam negeri. Langkah ini bukan hanya memperkuat industri substitusi impor, tetapi juga memperluas ruang bagi tumbuhnya ekosistem manufaktur nasional yang semakin mandiri.

Yang menarik, investasi ini tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi. Ia juga menghadirkan transfer teknologi, membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, memperkuat rantai pasok industri makanan, minuman, dan perikanan, sekaligus memperbesar peluang ekspor produk Indonesia ke pasar internasional.

Inilah makna sesungguhnya dari pembangunan yang berkelanjutan: menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara bersamaan.

Dalam perspektif kepemimpinan, Khofifah menunjukkan cara pandang yang tidak hanya melihat investasi dari besarnya nilai modal yang masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut mampu melahirkan nilai tambah, menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat daya saing daerah, dan memberikan harapan baru bagi masyarakat.

Di sinilah letak kekuatan kepemimpinan yang visioner. Pemimpin yang baik tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memiliki dampak nyata bagi kehidupan rakyat.

Banyuwangi hari ini memberi pelajaran bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor global, dan masyarakat dapat melahirkan lompatan pembangunan yang signifikan. Ketika kolaborasi dibangun di atas kepercayaan, kepastian regulasi, serta visi bersama, investasi tidak lagi sekadar transaksi bisnis, melainkan menjadi instrumen pembangunan peradaban ekonomi.

Tidak mengherankan apabila Jawa Timur terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas, infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta kepemimpinan yang mampu membangun kepercayaan menjadi modal penting yang menjadikan provinsi ini semakin menarik bagi investor domestik maupun internasional.

Lebih jauh lagi, keberadaan perusahaan yang telah menjadi bagian dari rantai pasok merek-merek global menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan dari Banyuwangi memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar dunia. Ini adalah pesan optimisme bahwa daerah di Indonesia mampu menjadi bagian penting dari ekosistem industri global tanpa kehilangan identitas dan kekuatan lokalnya.

Pada akhirnya, pembangunan bukan sekadar membangun gedung-gedung industri. Pembangunan adalah menghadirkan harapan, membuka kesempatan, memperluas lapangan kerja, meningkatkan martabat masyarakat, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

Banyuwangi hari ini sedang menulis babak baru dalam perjalanan industrialisasi Indonesia. Dan di balik langkah tersebut, tampak sebuah kepemimpinan yang konsisten mendorong transformasi ekonomi, memperkuat hilirisasi, membangun kolaborasi global, serta memastikan bahwa setiap investasi menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah daerah bukan hanya pada besarnya.(*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry