
SIDOARJO | duta.co – Ketua Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP), Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sudoarjo, Drs Musrukhin membuat peta jalan (roadmap) bisnis sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi anggota Kopdes MP.
“Ujungnya adalah kelancaran perputaran bisnis. Banyak sekali peluang yang bisa kita kerjakan, tidak perlu berebut kavling bisnis dengan ritail (bisnis eceran) warga. Kalau perlu justru mereka menjadi mitra startegis Kopdes MP,” jelas Abah Rukhin, panggilan akrabnya kepada duta.co, Selasa (29/07/25).
Menurut Abah Rukhin, ada sektor kesehatan. Ini merupakan kebutuhan dasar warga. Selain itu, ada juga fasilitas umum, yang selama ini belum teroptimalkan. “Progran Polindes (Pondok Bersalin Desa red) kalau dioptimalkan bisa naik menjadi fasilitas pelayanan kesehatan desa. Ini bisa kerjasama dengan seorang dokter atau bidan desa,” urainya.
Di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, misalnya, belum memiliki fasilitas kesehatan yang prima. Selama ini mengandalkan Puskesmas yang berada di desa sebelah (Barangkrajan). Satu Puskesmas melayani banyak warga dari berbagai desa. “Yang terjadi antre panjang. Banyak yang mengeluh. Belum lagi bicara obat-obatan. Jadi, program pemerintah yang masuk dalam Kopdes MP, itu sangat strategis,” tambahnya.
Kopdes MP Desa Sidorejo, jelasnya, tengah membidik perlunya pengadaan fasilitas umum, yang selama ini belum dimiliki warga Sidorejo. Akhirnya, banyak warga yang menyewa keluarga.
“Kita (Kopdes MP red) bisa bikin agreement (kesepakatan) dengan desa untuk membangun Gedung Serba Guna. Desa punya lahan, dan lahan itu sekarang kosong, tidak termanfaatkan dengan baik. Ini bisa menjadi fasilitas olahraga warga, juga bisa menjadi tempat resepsi pernikahan atau yang lain,” terangnya.
Soal modal, tambahnya, mudah. “Asal semua dihitung cengan cermat, dikerjakan dengan amanah, maka, Gedung Serba Guna itu bakal memberikan banyak manfaat. Ini bisa kita sewakan, dari Kopdes MP untuk warga, demi warga. InsyaAllah akan memberikan banyak SHU (Sisa Hasil Usaha red) bagi anggota Kopdes MP juga,” terangnya.
Ditanya soal gerakan simpan pinjam, Abah Rukhin mengaku kurang tertarik. Menurutnya, simpan pinjam memiliki banyak risiko. Meski sektor itu penting, tetapi, fakta lapangan belum mendukung.
“Mindset (pola pikir) kita masih cekak (terbatas). Banyak yang memaknai Kopdes MP itu duit hibah, boleh dipinjam tidak dikembalikan. Bikan. Ini salah besar. Karena itu perlu terus disampaikan, bahkan, Kopdes MP itu berbasis bisnis. Bangkit bersama. Bukan lembaga sosial,” pungkasnya sambil tersenyum. (mky)




































