SIDOARJO | duta.co – Ketua Umum JCW (Java Corruption Watch), Sigit Imam Basuki ST, mengaku heran dengan kebijakan Pemkab Sidoarjo terkait perbaikan infrastruktur. “Sekarang ribut soal atap SDN 1 Sidokepung, Kecamatan Buduran yang jebol. Dan, Alhamdulillah saat itu siswa sedang berada di luar kelas, jadi tidak ada korban jiwa. Begitu juga kondisi jalan kita, banyak yang rusak. Apa kita menunggu korban berjatuhan?” jelas Sigit Imam Basuki ST kepada duta.co, Sabtu (18/4/26).

Selain itu, tegas Sigit, kualitas perbaikannya patut disoal. Ia menyebut salah satu contoh, jalan pusat (di daerah Trosobo) yang baru saja diperbaiki Pemkab karena di bawanya ada aliran sungai. “Sekarang sudah mleot (rusak red.), tidak ada perbaikan. Ini tanggugjawab siapa? Apakah kita tunggu korban jatuh,” katanya.

Menurut Sigit, harus ada perubahan mindset (pola pikir) dalam menangani rusaknya infrastruktur di Pemkab Sudoarjo ini. Dengan demikian, ada kenyamanan bagi warga untuk beraktivitas. Baru saja terjadi korban kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang di kawasan Jalan Lingkar Timur, Jumat (17/4/2026) kemarin.

Korban bernama (almarhum) Jumali (64), warga Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, RT 01/RW 05, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan Kamis (16/4/2026), yang diduga dipicu kondisi jalan rusak dan berlubang. “Ini mengerikan,” tegasnya.

Atas SDN 1 Sidokepung Jebol

Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn memang meninjau langsung kondisi SDN 1 Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sabtu (18/4/2026), menyusul insiden ambruknya atap ruang kelas akibat hujan deras beberapa waktu lalu. Melalui peninjauan tersebut, ia sekaligus mencari solusi atas minimnya ruang kelas di sekolah tersebut. Dalam kesempatan itu, Subandi turut didampingi Dinas Pendidikan dan BPBD Kabupaten Sidoarjo.

Subandi menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akan menyiapkan langkah cepat dalam jangka pendek, serta perencanaan strategis untuk jangka panjang. “Hasil peninjauan menunjukkan kondisi ruang belajar memang sudah tidak memadai, baik fasilitas maupun bangunan. Atapnya rusak berat,” ujarnya sebagaimana diunggah maklumat.id.

Wakil Bupati Sidoarjo, Hj Mimik Idayana, melakukan takziah ke rumah duka korban kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang di kawasan Jalan Lingkar Timur, Jumat (17/4/2026). (FT/zonajatim.com)

Usai melihat kondisi langsung SDN 1 Sidokepung, Subandi baru menawarkan dua skema perbaikan. Untuk penanganan cepat agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal, Pemkab mempertimbangkan penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT). “Jika ingin solusi cepat, sementara bisa pakai dana BTT untuk pembenahan atap dan plafon. Tapi untuk jangka panjang, saya sarankan perencanaan gedung dua lantai mulai akhir 2026, agar 2027 bisa terealisasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, menyebut persoalan keterbatasan ruang kelas di SDN 1 Sidokepung menjadi perhatian serius. Namun, ia mengakui tahun ini belum ada alokasi khusus karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. “Untuk tahun 2026 ini memang belum ada alokasi khusus karena efisiensi anggaran. Namun kami tetap mengupayakan solusi sesuai arahan Bupati,” terangnya.

Tirto juga mengungkapkan bahwa Pemkab Sidoarjo tengah menggarap 54 titik perbaikan infrastruktur pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp47 miliar. Sejumlah proyek telah berjalan, sementara paket tender lainnya masih menunggu tahapan lanjutan.

Di sisi lain, Kepala SDN 1 Sidokepung Sri Wahyuni menceritakan peristiwa ambruknya atap ruang kelas 5 yang terjadi pada Selasa pagi saat hujan deras, tepat sebelum jam pelajaran dimulai. “Kejadiannya Selasa pagi. Alhamdulillah siswa sedang berada di luar kelas, jadi tidak ada korban jiwa,” ungkap Sri dikutip maklumat.id.

Ia menjelaskan, kayu penyangga atap kelas tersebut memang sudah lapuk dimakan usia. Akibat kejadian itu, pihak sekolah harus memindahkan kegiatan belajar mengajar sementara ke ruang perpustakaan. “Saat ini kegiatan belajar mengajar kami pindahkan sementara ke ruang perpustakaan,” jelas Sri.

Saat ini SDN 1 Sidokepung menampung sekitar 340 siswa dalam 13 rombongan belajar (rombel). Namun, sekolah hanya memiliki 11 ruang kelas. Pihak sekolah berharap Pemkab Sidoarjo segera mengabulkan usulan penambahan dua ruang kelas baru melalui pembangunan gedung bertingkat. (mky dan maklumat.id)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry