Head of Factory Garudafood Gresik Augustinus Winardi (tengah) bersama Head of Manufacturing Garudafood Awan Susila (ketiga kanan) berbincang dengan pemenang program Kampung Wirausaha di pabrik Garudafood Gresik, Jawa Timur, Selasa (22/1). DUTA/istimewa

GRESIK | duta.co  – Menciptakan wirausahawan baru memang membutuhkan campur tangan banyak pihak. Salah satunya pihak swasta atau dunia usaha.

Itulah yang dilakukan PT Garudafood yang mengajak para ibu di Desa Larangan Gresik untuk berwirausaha, membantu ekonomi keluarga.

Sehingga dari usaha itu, muncullah Kampung Wirausaha. Kampung Wirausaha ini memang baru dimunculkan di Desa Larangan sebagai sebuah pecontohan.

Warga dan lurah desa tersebut mendukung penuh program ini, sehingga bisa berjalan dengan maksimal.

Lurah Desa Larangan, Yanti mengatakan pendirian kampung wirausaha ini didukung penuh perusahaan makanan ringan, Garudafood yang memberikan modal awal secara cuma-cuma dalam bentuk produk.

Produk itu kemudian dijual kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok wirausaha.

“Saya berterima kasih kepada Garudafood yang  memfasilitasi warga untuk dapat lebih produktif. Melalui program ini, para ibu-ibu mendapatkan tambahan penghasilan bulanan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Yanti.

Ia berharap, program ini dapat direplikasi ke desa lainnya sehingga dapat membantu meningkatkan penghasilan ibu-ibu di wilayah Kabupaten Gresik secara luas.

Head of Factory Garudafood Gresik, Augustinus Winardi mengatakan, program ini merupakan satu rangkaian dari keseluruan program tanggungjawab sosial perusahaan yang fokus pada pilar pemberdayaan masyarakat.

Ia mengatakan, dalam program dengan nama Kampung Wirausaha Garudafood Sehati, perusahaan memberikan produk makanan ringan dari Garudafood dengan nilai Rp1,5 juta untuk setiap kelompok wirausaha Desa Larangan.

“Setiap kelompok yang berjumlah 10 orang ini diberi kebebasan dalam pola pemasaran produk, dan keuntungannya akan masuk ke kelompok tersebut,” katanya.

Untuk awal program, kata Augustinus, modal produk diberikan secara cuma-cuma, namun selanjutnya setiap kelompok akan diminta mengambil produk serupa dengan harga di bawah pasar.

Perusahaan, kata dia, juga melakukan penilaian yang meliputi keuntungan kelompok, kekompakan kelompok serta kelengkapan laporan keuangan.

“Selain memberikan modal awal, kami juga memberikan berbagai macam pelatihan seperti pelatihan dasar-dasar pemasaran, pengenalan produk hingga penulisan laporan keuangan sederahana,” tuturnya.

Selama program, kata dia, Garudafood Sehati juga mengadakan evaluasi dan diskusi sebagai sarana untuk berbagi pengalaman dan tips yang dapat digunakan oleh peserta.

“Kegiatan ini adalah komitmen perusahaan dalam membantu warga sekitar pabrik untuk lebih produktif, sekaligus mengurangi angka pengangguran warga,” katanya.

Ia berharap, program ini dapat memberikan dampak yang positif bagi ibu-ibu, baik dari sisi finansial maupun pengetahuan.

“Kami juga mengharapkan dapat sedikit demi sedikit menumbuhkan karakter kewirausahaan seperti kreativitas, kemandirian, strategi pemasaran, penghitungan faktor resiko hingga membuat laporan keuangan,” katanya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.