SEDEKAH GADGET : Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra, Pontjo Suharwono dan Ketua MTTG Jatim Balnus, Agus Budi Santoso di depan tempat box sedekah gadget di kantor TLT. (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co – Banyak kendala bagi sebagian besar siswa sekolah di daerah yang mengikuti kegiatan belajar secara online. Keterbatasan akses jaringan internet dan tidak adanya gadget pendukung mulai HP, Tab, Laptop yang bisa digunakan untuk zoom, cloud x dan layanan belajar online yang digunakan oleh siswa mulai SD, SMP, SMA dan Perguruan  Tinggi.

Untuk itu, jelas Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra, Pontjo Suharwono Telkom mencoba mengatasi masalah tersebut dengan melakukan dua aksi  sekaligus. Yakni memasang jaringan wifi di sejumlah RW dan Balai Desa di daerah juga membantu menyediakan gadget lewat program “sedekah  gadget”.

“Untuk wilayah Jatim Bali Nusra sudah dibangun wifi gratis di 13 daerah terpencil yang membutuhkan. Mulai  Banyuwangi, Tuban, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, Lumajang dan  Lamongan. Selain pemasangan fasilitas wifi, juga sebagian perangkat pendukung lainnya sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan proses belajar mengajar secara daring,” jelas  Pontjo Suharwono.

Pontjo Suharwono menambahkan jumlah pembangunan sarana wifi tersebut akan terus ditambah sesuai kebutuhan. Mengingat poses belajar daring belum bisa dipastikan sampai kapan akan berlangsung, sementara para siswa sekolah di daerah juga sangat butuh akses internet sehingga tidak ketinggalan dengan siswa yang punya akses internet dan gadget.

“Melalui sedekah gadget harapan kita makin banyak yang bisa diserahkan kepada mereka para siswa yang membutuhkan. Gadget nya tidak harus baru, asal bisa dipakai dan akan diserahkan setiap minggunya. Bagi yang ingin sedekah gadget bisa langsung menyerahkan ke kantor Telkom di Telkom Landmark Tower (TLT). Makin banyak gadget lebih baik, makin banyak yang memanfaatkan, ” jelas Pontjo Suharwono.

Pelanggan Indihome Naik  

Di tengah pandemi Covid-19, kebutuhan akes internet terus meningkat selian belajar daring juga banyak pekerja yang masih menerapkan Work From Home (WFH). Dampaknya pelanggan baru Indihome meningkat signifikan pada semester I tahun ini.

Pontjo Suharwono mengatakan pertumbuhan pelanggan baru Indihome naik kisaran 11 persen per bulannya. Per hari ada tambahan pelanggan baru dari 1.500 sambungan menjadi 2.200 sambungan baru dan dalam sebulan mencapai angka 66 ribu pelanggan baru.

“Hingga ahir tahun ini sesuai komitmen target Telkom nasional pelanggan Indihome mencapai angka 8 juta pelanggan. Untuk Jatim Bali Nusra saat ini mencapai 1,7 juta pelanggan,” ujarnya.

Momen ini jelas Pontjo Suharwono peluang sekaligus tantangan bagi Indihome untuk meningkatkan pelanggan baru serta mempertahankan kualitas jaringan dan stabilitas akses  sehingga pelanggan bisa maksimal meski pelanggan terus naik.

“Untuk coverage Indihome di Jatim sebesar 80 persen wilayah sudah terjangkau. Sementara kalau Bali Nusra 50 persen.”

Tentang persaingan, Pontjo Suharwono melihat cukup ketat karena banyak provider  yang membidik pasar ini. Namun dengan kualitas jaringan dan produk yang ditawarkan, Indihome yakin bisa memenangkan persaingan.

“Tidak ada perang tariff masih banyak cara lain untuk memenangkan persaingan. Diantaranya perbanyak channel unggulan dari luar negeri atau dalam negeri dari home channel.,” pungkas Pontjo Suharwono. Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry