PELATIHAN : Rani Rahmawati, program executor Program Ramah Lansia dari Rumah Zakat Malang membekali para kader kesehatan sebelum terjun membantu lansia. (rio/duta.co)

MALANG | duta.co – Peningkatan jumlah penduduk usia lanjut memberikan konsekuensi timbulnya permasalahan, salah satunya masalah kesehatan. Namun dalam kondisi pandemi, kegiatan kunjungan rumah kepada lansia hanya difokuskan kepada lansia dengan risiko tinggi, dan intensitasya berkurang, disamping giat Posyandu Lansia yang masih diliburkan.

 Sementara kondisi seperti ini lebih menyulitkan karena banyak Lansia yang sangat rentan dengan kesehatannya, susah untuk akses layanan kesehatan. Misalnya tidak ada yang mengantar, menjemput atau menemani untuk chek kesehatannya yang ringan seperti gula darah, asam urat dan kolesterol yang biasanya rutin dilakukan tiap bulan.

Sebaliknya, lansia urung untuk datang ke pusat layanan kesehatan karena terbatasanya jam pelayanan serta risiko penularan virus yang tinggi. Hal ini mengakibatkan kondisi lansia tidak bisa dimonitoring dengan baik. Sehingga peran keluarga dirasa semakin vital untuk monitoring perawatan kesehatan lansia.

Mengatasi masalah tersebut, Rumah Zakat lewat programnya AgeCare berinisiasi menciptakan kader kesehatan dari masyarakat setempat. Kali ini di Kelurahan Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang. Tugas kader kesehatan melakukan visit kepada para lansia yang ada di wilayah Kelurahan Bakalan untuk chek kesehatan seperti gula darah, kolesterol dan asam urat sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Saat ini ada 13 kader kesehatan dengan masing-masing kader handle 10- 12 an lansia. Saat ini Penerima Manfaat (PM) atau lansianya dari 50 menjadi 140 target hingga  akhir tahun ini. Selain pemeriksaan kesehatan berkala, para kader mendatangi lansia sekaligus untuk mengajak ngobrol. Karena banyak lansia yang sendirian dan pastinya kesepian,” jelas Rani Rahmawati, program executor Program Ramah Lansia dari Rumah Zakat Malang.

Rani Rahmawati menjelaskan para kader kesehatan yang dididik tidak ada batasan dari lulusan akademi kesehatan, siapapun bisa asal ada kemauan karena nanti juga akan dibekali dengan cara menggunakan alat-alat yang digunakan untuk home visit ke rumah lansia sekaligus melaporkannya. Tidak hanya mencatat di kertas, nantinya juga akan dilaporkan ke sistim secara digital.

“Ini yang membedakan kader kesehatan dalam program ini karena seluruh data lansia yang sudah dikunjungi akan dilaporkan ke sistim satu data AgeCare. Laporan berkala chek metabolic sudah dijadwal, misalnya Agustus gula darah, September kolesterol dan Oktober asam urat. Data para lansia tersebut akan diinput oleh para kader. Sehingga puskesmas, pemkot  ataupun dinkes bisa melihat profile kesehatan para lansia,” jelas Rani.

 “Semoga program kerjasama dengan Rumah Zakat ini lancar selama 1 tahun kedepan dan bisa menjadi contoh bagaimana layanan kesehatan terhadap lansia bisa berjalan walaupun di tengah pandemi,” kata salah satu kader lansia RW 5.

Yoki Hidayat Branch Manager Rumah Zakat Malang mengatakan para kader kesehatan dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang sudah disiapkan juga insentif dalam jumlah tertentu setiap bulan sesuai kontrak dalam tahun 2021. Dengan sistim yang bisa diupdate seluruh profile lansianya, harapannya banyak donatur yang  berpartisipasi.

“Sehingga makin banyak PM para lansia yang mendapatkan layanan. Tidak hanya dalam skala kecil satu RW yang menjadi pilot project saat ini. Bisa saja dikembangkan satu kelurahan, satu kecamatan ataupun satu kabupaten kota,” tegas Yoki.

Rumah Zakat menginisiasi program AgeCare, Program Pendampingan Lansia melalui pemberdayaan peran keluarga dan kader pendamping keluarga lansia untuk ikut serta menyediakan layanan kesehatan sampai pada rumah lansia. Inovasi yang dilakukan Rumah Zakat adalah dengan memadukan konsep pemberdayaan masyarakat dan penggunaan teknologi, dimana pelaporan kondisi lansia dilakukan melalui website yang juga bisa di akses oleh Puskesmas terkait.  Sehingga intervensi kesehatan diharapkan juga lebih efektif.

Pihak-pihak yang terlibat dalam program ini adalah Rumah Zakat, Puskesmas Ciptomulyo, Kelurahan Bakalan Krajan, Kelurahan Siaga Bakalan Krajan, serta kader kesehatan RW 5. Program AgeCare dilakukan di RW 5 Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan akan dilaksanakan selama tahun 2021. Rio

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry